Prabunews.com – Gempa dahsyat yang melanda Turki dan Suriah pada 6 Februari lalu kini telah menewaskan korban jiwa menembus 33 ribu orang.
Di tengah jumlah korban tewas yang terus bertambah ini, PBB mengaku kesulitan mengirimkan bantuan gempa ke wilayah konflik ke Suriah.
Bantuan kemanusiaan PBB yang menuju barat laut Suriah telah tiba di Turki, namun bantuan tersebut masih kurang karena jutaan orang yang rumahnya hancur masih membutuhkan.
“Sejauh ini kami telah mengecewakan para warga di barat laut Suriah. Mereka saat ini merasa ditinggalkan, menanti bantuan internasional yang tak kunjung datang,” kata Kepala Penanganan Bencana PBB, Martin Griffiths kepada AFP.
Diketahui, sejumlah suplai bantuan berupa alat-alat kesehatan ke wilayah pemberontak yang melawan Presiden Suriah Bashjar Al-Ashad tersendat.
Wilayah tersebut juga masih dalam sanksi oleh Amerika Serikat dan sekutunya.
Melansir AFP, total 10 truk menuju barat laut Suriah melalui perbatasan di jalur Bab Al-Hawa, beriringan membawa perlengkapan shelter termasuk lembaran plastik, tali, baut, paku, selimut tebal, matras, hingga karpet.
Sejauh ini, Bab Al-Hawa menjadi satu-satunya jalur yang memungkinkan dilalui bagi rombongan bantuan kemanusiaan dari internasional sejak 12 tahun perang sipil.
Sebab, sejumlah jalur sudah ditutup setelah mendapat tekanan dari Rusia dan China.
Namun, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan telah berdiskusi dengan Bashar Al-Assad terkait bantuan kemanusiaan di Suriah.
WHO mengklaim Assad pun telah setuju membuka sejumlah perbatasan lagi demi pengiriman bantuan kemanusiaan menuju wilayah pemberontak.
“Dia (Assad) telah setuju untuk membuka jalur perbatasan lainnya untuk keperluan darurat,” kata Sekretaris Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengutip AFP.