Sering Nyeri Haid? Simak Beberapa Penyebabnya!

Prabunews.com – Kebanyakan wanita pasti pernah merasakan nyeri datang bulan (dismenore) menjelang atau selama periode haid, dan tentunya hal tersebut menjadi masa yang tidak menyenangkan.

Tingkatan nyeri yang wanita rasakan pun bermacam-macam, ada yang mengalai kram ringan, sedang bahkan dalam beberapa kasus, kram yang terjadi bisa sangat parah dan mengganggu aktivitas sehari-hari

kram menstruasi terjadi karena adanya kontraksi rahim akibat meningkatnya kadar hormon dalam tubuh. Kram akan terjadi ketika rahim berkontraksi untuk melepaskan lapisannya. Lapisan ini akan keluar sebagai darah.

Penyebab nyeri haid

Ada banyak hal yang menjadi penyebab nyeri haid. Jika anda mengalami kram perut yang kronis maka sebaiknya anda mengkonsultasikan hal tersebut pada orang professional. Dokter dapat membantu anda dalam memahami penyebab kram yang anda alami setiap bulannya.  Beberapa penyebab paling umum dari nyeri haid adalah:

PMS (Premenstrual syndrome)

Premenstrual Syndrome atau yang sering disebut PMS merupakan serangkaian kombinasi gejala yang muncul menjelang satu sampai dua minggu sebelum wanita haid. Sindromini mempengaruhi setidaknya 90% wanita yang sedang menstruasi

PMS hadir beberapa hari sebelum menstruasi dan berlanjut hingga hari pertama atau kedua menstruasi. Kondisi tersebut juga terjadi karena adanya penurunan kadar estrogen dan progesteron saat akan menstruasi. PMS memiliki banyak gejala, yakni kelelahan, mudah marah dan kram perut

PMDD (Premenstrual Dysphoric Disorder)

Gangguan dysphoric pramenstruasi (PMDD) adalah bentuk yang jauh lebih parah dari sindrom pramenstruasi (PMS). PMDD dapat mempengaruhi wanita usia subur. PMDD juga merupakan kondisi medis yang parah dan kronis yang membutuhkan perhatian dan perawatan lebih

Fibroid

Fibroid atau mioma uteri atau leiomioma merupakan pertumbuhan non-kanker yang berkembang di dalam atau di sekitar rahim (rahim). Karena fibroid tumbuh di lapisan Rahim, maka hal itu dapat menyebabkan menstruasi yang cukup banyak  dan kram yang menyakitkan.Pertumbuhan fibroid terdiri dari otot dan jaringan fibrosa, dan ukurannya bervariasi.

Kista ovarium

Kista adalah kantung cairan yang biasanya tidak berbahaya yang terbentuk di dalam tubuh dan berkembang di ovarium selama ovulasi. Normalnya, wanita mengembangkan setidaknya satu kista kecil setiap bulan yang secara alami akan memudar.

Namun, beberapa wanita memiliki kista ovarium multipel atau besar yang dapat menyebabkan rasa sakit atau komplikasi. Kondisi tersebut juga dapat terjadi karena sindrom ovarium polikistik (PCOS).

PCOS dalah kondisi hormon yang tidak seimbang sehingga menyebabkan banyak kista kecil yang tidak berbahaya tumbuh di ovarium. Hal ini dapat menyebabkan menstruasi terasa sangat sakit, sulit hamil, resistensi insulin dan masalah kesehatan lainnya.

Gejala PCOS antara lain menstruasi tidak teratur, rambut berlebih di wajah dan tubuh, penambahan berat badan, kesulitan menurunkan berat badan, jerawat, dan rambut menipis.

Pelvic Inflammatory Disease (PID)

PID atau penyakit radang panggul merupakan konidisi di mana rahim dan ovarium terinfeksi. Infeksi terjadi karena adanya bakteri dari infeksi menular seksual (IMS) masuk ke organ reproduksi. PID juga dapat terjadi setelah prosedur pembedahan.

Endometriosis

Endometrium adalah lapisan Rahim yang tumbuh di dalam rahim, namun jika sesorang mengidap endometriosis, endometrium tumbuh di luar rahim, biasanya di bagian lain dari organ reproduksi seperti ovarium atau saluran tuba.

Ketika tubuh seseorang mencoba melepaskan jaringan rahim selama periode menstruasi, endometrium yang tumbuh di luar rahim tidak punya tempat untuk pergi, yang akhirnya endometrium terperangkap di dalam tubuh

Hal tersebut dapat menyebabkan kram yang menyakitkan, pendarahan hebat, iritasi dan peradangan. Tetapi, dengan kemajuan teknologi, sebagian besar kasus endometriosis dapat terobati dengan baik

Adenomiosis

Adenomiosis merupakan suatu kondisi di mana endometrium tumbuh ke dalam dinding otot rahim. Endometrium dapat mempengaruhi seluruh otot rahim, namun  biasanya mempengaruhi satu tempat.

Meski adenomiosis dapat menyebabkan kram parah, namun kondisi ini masih dapat terobati. Para professional pun tidak yakin betul apa yang menyebabkan adenomiosis. Wanita yang pernah memiliki anak atau menjalani operasi rahim memiliki risiko lebih tinggi terkena adenomiosis.

Scroll to Top