Simak Syarat dan Cara Buang Sampah Besar di Kota Bandung

Prabunews.com Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Sampah Kota Bandung menyediakan jasa angkut sampah besar langsung ke lokasi. Hal ini dilatar belakangi lantaran banyaknya temuan sampah besar yang ada di sungai.

Maka dari itu, dengan adanya program ini bisa memfasilitasi masyarakat agar tidak membuang sampah besar ke sungai atau lahan kosong sembarangan.

Masih bingung buang sampah besar seperti kasur atau lemari ke mana? Yuk simak caranya gimana!

Sebelum pengambilan sampah, warga terlebih dahulu menghubungi call center 022-720 7889 untuk menjadwalkan penjemputan sampah besar. Setelah itu, petugas lapangan nantinya akan mengkonfirmasi perihal verifikasi alamat dan kesiapan penjemputan sampah besar.

Note: pada satu titik jemput, maksimal bisa membuang dua unit sampah besar. Usahakan juga sampah besar tersebut sudah diletakkan didepan rumah agar mudah diangkut ke mobil.

Jika lokasi penjemputan berada di gang, sebaiknya angkut ke pinggir jalan terlebih dahulu untuk memudahkan proses pengambilan sampah.

Note: program ini tidak dipungut biaya apapun alias gratis. Terkecuali untuk komersil seperti perusahaan atau hotel, dikenakan biaya jasa.

Berdasarkan data dari UPT Pengelolaan Sampah Kota Bandung, sejak Januari-Juni 2022 tercatat sebanyak 259 sampah besar yang telah diangkut.

Adapun sampah besar yang kerap dibuang oleh masyarakat antara lain, springbed, kasur, meja, kursi, lemari, kulkas, mesin cuci, dan ranjang.

Sebagai informasi, tidak semua sampah ini langsung dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA). Sebagian besarnya diperbaiki agar bisa digunakan kembali.

Misalnya kursi dan sofa kaki yang pincang, akan disimpan terlebih dahulu untuk ditambal. Biasanya dibuat kursi taman agar bisa dipakai kembali.

Selain itu, pegawai yang ingin mengambil juga bisa. Barulah sampah yang sama sekali tidak bisa diperbaiki akan langsung  dikirim ke TPA.

Pengelolaan Sampah

Sementara itu, Kepala UPT Pengelolaan Sampah Kota Bandung, Ramdani mengatakan, UPT Pengelolaan Sampah Kota Bandung ke depannya akan membuat konsep second hand market seperti di luar negeri.

Nantinya, jika ada barang besar yang tidak terpakai akan diumumkan ke media sosial. Kemudian bia langsung menjemput ke lokasi bagi yang mau.

“Jadi, kita bisa meminimalisasi sampah ke TPA,” lanjutnya.

Sedangkan sampah-sampah besar yang sudah tidak layak digunakan, akan dibuang ke TPA Sarimukti untuk ditimbun dengan sistem controlled landfill.

“Jadi sampah besar itu ditumpuk, diratakan, lalu ditimbun. Katanya nanti kalau di Legok Nangka baru akan diolahnya menggunakan sistem incinerator,” ujarnya.

 

 

 

 

(SDD)

Scroll to Top