Prabunews.com – Sinyal GPS yang melacak pilot Pesawat Susi Air terpantau menjauh dari pesawat hingga menuju hutan. Hingga kini belum dipastikan kondisi pilot tersebut.
“Terakhir kami dapat bahwa pilot sempat terdeteksi untuk signal atau GPS tracking yang dibawa entah dari masyarakat ataupun mungkin pilot yang melakukan pergerakan dari pesawat ke arah hutan yang kurang lebih 1 km,” ujar Kepala Kantor SAR Timika George Mercy, Rabu (8/2).
Namun, Ia memastikan pihaknya terus berkordinasi dengan TNI-Pori dalam proses penanganan kasus ini.
“Proses pengambilan data atau proses evaluasi, kami Basarnas berkoordinasi terus dengan pihak TNI-Polri, dalam hal ini Polda Papua maupun dari pihak Kodam Cendrawasih,” jelas dia.
Sebelumnya, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengklaim telah menyandera pilot Susi Air, Selasa (7/2) kemarin.
Mereka juga mengakui telah melakukan aksi pembakaran Pesawat Susi Air itu.
“Pilotnya kami sudah Sandera dan kami sedang bawa keluar, untuk itu anggota TNI-Polri tidak boleh tembak atau interogasi masyarakat sipil Nduga sembarang, karena yang melakukan adalah kami TPNPB OPM Kodap III Ndugama-Derakma di bawah Pimpinan Panglima Brigjen Egianus Kogoya,” demikian keterangan dari Juru Bicara Komnas TPNPB-OPM Sebby Sambom.
Sementara Panglima TNI Laksamana Yudo Margono membantah kabar soal penyanderaan pilot pesawat Susi Air, Kapten Philips Max Marthin oleh Kelompok Organisasi Merdeka (OPM) yang dipimpin oleh Egianus Kogoya.
Pilot pesawat Susi Air disebut tengah melarikan diri usai insiden kebakaran terjadi.
“Enggak ada penyanderaan, enggak ada, dia (pilot Susi Air) selamatkan diri itu,” ujarnya disela-sela Rapat Pimpinan Polri-TNI, di Hotel Sultan, Rabu (8/2).