Sosialisasi New Normal Jawa Barat

Bandung, Prabunews.com – Perhari ini angka reproduksi covid kita di angka 1,09 dalam standar WHO angka satu itu bisa dianggap terkendali, makin kecil di nol koma lebih baik nah kita akan fokus menjaga ini selama 14 hari ke depan, jadi sudah satu Minggu rasionya di angka satu dan mudah-mudahan satu Minggu lagi tetap di angka satu sehingga bisa dalam kategori terkendali, itulah kenapa ada empat provinsi yang diizinkan oleh pemerintah pusat untuk melakukan persiapan new normal satu Sumatera Barat, dua Jabar, DKI dan Gorontalo nah kemudian ada 25 kota. Kalau Jabar semuanya, kalau provinsi yang di luar empat diatur berdasarkan situasi.

Oleh karena itu, kami tetap berpatokan pada level kewaspadaan, new normalnya di zona merah itu tidak boleh sama dengan new normalnya di zona yang kuning atau biru atau hijau dan sebagainya, jadi kita tetap waspada. Jadi istilahnya bukan pelonggaran, bukan relaksasi, istilahnya jadi adaptasi terhadap situasi yang baru. Nah, apa yang diadaptasi? Pelan-pelan bertahap kegiatan ekonomi akan dibuka tapi dengan cara baru.

Protokolnya sedang kami siapkan. Pertama, semua toko atau ekonomi harus bikin surat pernyataan bahwa dia siap mematuhi protokol baru di new normal dan siap diberi sanksi kalau melanggar itu, yang intinya hanya terbagi dalam tiga kelompok lah yakni menjaga jarak, harus higienis memakai masker, dan cuci tangan keluar masuk dari sebuah tempat.

Ini akan dikawal oleh TNI dan Polri selama 14 hari, jadi Pak Presiden sudah memberikan tugas kepada Panglima TNI dan Kapolri untuk memobilisasi TNI dan Polri di empat provinsi percobaan ini, jadi Alhamdulillah kita masuk kategori yang diberi kebaikan ini.

Oleh karena itu, nanti Pak Pangdam dan Pak Kapolda akan melakukan simulasi-simulasi di pasar tradisional yang memang cenderung lebih repot misalkan kemudian di toko dan di mana, nanti protokol ini masih. Kalau ibadah salat di masjid bagaimana, nah kalau misalkan di masjid kapasitasnya 100 karena shafnya berdempetan sekarang berjarak maka dia harus 50. Maka orang ke 51 wayahna tetap salat di masjid tapi di rombongan salat berjamaah ronde kedua.

Nah hal normalitas baru itulah yang akan kita lakukan di daerah-daerah, jadi peribadatan, kegiatan sosial, dan yang paling berat sedang kita siapkan adalah sekolah. Pesantren gimana? Sekolah? Nah, itu belum bisa kami umumkan tapi kami lakukan persiapan. Kenapa? Karena sekolah itu kan rata-rata 36 anak per kelas, sekarang dengan normalitas baru jangan-jangan itu terlalu dekat kan. Itu harus kita pikirkan.

Kemudian saya kemarin mendampingi Pak Presiden di Summarecon Mall di Bekasi, kenapa diizinkan? Karena kelurahannya sudah masuk zona hijau. Kalau dia masih merah tidak boleh tapi karena dia masuk zona hijau berarti boleh. Dan sudah diatur mulai dari masuk berjarak dan sebagainya. Nah itu yang akan kita umumkan.

Saya minta kerja sama ke media selama 4-5 hari ini ya, kita fokus mengedukasi tentang tata cara normalitas baru karena terkendalinya Jabar akan terganggu kalau dalam normalitas baru ada euforia orang seolah-olah normal yang lama, kalau normal yang lama itu kan bisa ke toko lagi, sekolah lagi tapi gak pakai masker, tidak menjaga jarak, dan gak mau ngantri nah itu akan membahayakan prestasi kita.

Saya ucapkan juga ke petugas yang selama lebaran menjaga, kita mendapat apresiasi dari gugus tugas sebagai provinsi terbaik dalam mengelola penanganan covid, apresiasi ini mudah-mudahan menjadi motivasi bagi petugas yang siang dan malam berjaga.

Kemudian Pak Kapolda juga melaporkan lebih dari 6.000-an kendaraan sudah diputarbalikkan kembali ke Jawa Tengah dan ke DKI, itu akan terus kita lakukan. Kenapa? Jangan sampai di normalitas baru, warga Jabarnya terkendali tapi ada pengunjung dari zona merah pakai apa lalu masuk ke wilayah yang sudah terkendali akhirnya bubar jalan, kita repot lagi.

Terakhir, kewaspadaan normalitas baru kita akan fokus ke pengetesan, jadi saya sudah perintahkan tim pelacakan pengetesan segera isi ambulans itu dengan rapid test, nanti ambulans mendatangi kawinan kemudian sampling, mendatangi yang lagi ibadah sampling, kira-kira begitu. Sampai suatu hari, sampling-sampling ini ternyata negatif serta keramaian dan kerumunan bisa diatur, hiduplah kita di suasana baru tetap tidak nyaman tapi menunggu obat dan vaksin datang itulah yang harus bisa kita lakukan adaptasi. Itu skenario Jabar selalu ilmiah dalam mengambil keputusan.

Mulai kapan ?

Ya kita akan mulai kurang lebih di hari Senin, jadi hari Rabu ini sampai Minggu kita sosialisasi dan saya minta kepada rekan media bantu mensosialisasikan nanti di hari kerja di hari Senin kita mulai. Karena Pak Kapolda butuh waktu untuk mengukur jumlah pasukan di mall, yang tadinya di mall gak ada TNI dan Polri kan karena perintah presiden selama 14 hari harus ada dulu melatih disiplin kan harus dihitung ya. Itu butuh waktu sampai Minggu kita melakukan pemetaan itu, jadi hari Senin.

Tempat ibadah bagaimana?

Jadi kita jangan dikotomi tempat ibadah dan di mana, virus itu ada di kerumunan. Kerumunan itu kan macem-macem ada kerumunan ibadah, kerumunan belanja, sekolah, arisan, selama jaga jarak di normalitas baru maka semua diizinkan, jadi ibadah juga kita izinkan.

Sanksi pelanggar ?

Ya sama kalau dulu istilahnya kita sudah lewat masa hanya mengimbau, masuklah kategori denda, ini kan denda sudah dilakukan di beberapa tempat, denda kepada pribadi maupun denda kepada pemilik toko, itu yang penting harus ada surat pernyataan supaya nanti kalau melanggar bisa ditutup karena dia tidak patuh. Nominalnya nanti kita sosialisasikan.

Pertanyaannya belum bisa saya jawab, kalau 36 anak per kelas hanya 20, nah 16 ke mana? Itu belum bisa saya jawab dan akan saya rapatkan pekan ini.

Sektor yang diprioritaskan apakah ritel atau industri? Terus insentif nakes gimana?

Itu hanya masalah waktu. Kan tadi, normalitas baru ini semua selama bisa taat pada protokol baik ekonomi maupun ibadah bisa mulai dilakukan karena takut terjadi ketidakdisiplinan maka selama 14 hari TNI dan Polri melakukan pendampingan di masa transisi, jadi tidak pilih-pilih jenis kegiatannya, kegiatan apa saja. Pasti banyak eror lah di lapangan, nanti tim diberi tugas untuk memberikan sanksi.

Untuk yang nakes hanya masalah waktu karena dianggaran sudah dianggarkan, kita itu masih anggaran buat nakes, insentif buat keluarga yang terdampak, ada bantuan sosial juga kita spesifikan, jadi saya cek dulu mungkin hanya masalah teknis waktu.

Sosialisasi mulai kapan ?

Sosialisasi mulai sekarang, media harus bantu kami bela negara dengan menjadi tim yang mengedukasi, tapi jreng atau dimulainya itu di hari Senin.

Itu new normal di 27 kabupaten dan kota?

Jadi ini hanya di zona yang sudah masuk kategori biru dan hijau di skala mikro, contoh Bekasi kan masih zona merah tapi mall Summarecon di zona hijau, artinya di lokasi kelurahan itu hijau dia boleh sebelahnya ada mall di zona merah gak boleh. Jadi tolong panduannya itu, untuk zona biru atau zona hijau di level kelurahan-kelurahan, Bandung juga melakukan itu. Memang rumit harus dicek dulu tapi logikanya yang hitam dan merah tidak boleh ke kuning, biru, dan hijau. Intinya, kita tidak lagi melakukan manajemen skala makro, jadi sudah diputuskan tadi bahwa mulai Minggu ini manajemen kita skala mikro, jadi pertanyaan nanti tidak boleh lagi provinsi bagaimana dan kota bagaimana karena sudah gak relevan. Di masa berikut, relevannya adalah kita bicaranya di level detil itu (kelurahan).

Bandung zona hijau di mana ?

Banyak zona hijaunya cuman belum diumumkan ke publik. Minggu ini nanti saya rilis online ya kelurahan mana yang sudah kuning, biru dan hijau. Mudah-mudahan lah jadi percontohan. Kita juga capek dan melelahkan tapi kita harus optimis. Hasil tidak membohongi proses lah.

(MHT)

Scroll to Top