Stencil Art, Antara Estetika Sebuah Kota dan Tingginya Pengorbanan

Bandung, Prabunews.com – Ada sesuatu yang berbeda manakala kita melewati beberapa sudut jalan di kota ini. Terkadang kita menemukan beberapa tembok atau bagian depan sebuah toko dengan gambar atau mural.

Bicara tentang kegiatan berkesenian yang satu ini, terkadang penulis selalu ingat pada seorang seniman mural, beliau adalah sosok Iwan Ismael.

Pada saat ditanya (13/4), sejak kapan beliau berkecimpung menggeluti dunia mural, beliau menyatakan sudah menggeluti kegiatan nge-mural mulai dari tahun 1992, dari tahun 2000 sangat progres dan mendapatkan nick name dengan label ” Kampret Sindicate ” pada tahun 2008.

Voucher untuk Anda
Voucher untuk Anda. klik link dan masukkan no. handphone Anda
https://al.plus/Fx1ju2

Dengan obsesi yang sangat sederhana mengerjakan kegiatan mural atau stencil, kegiatan ini tidak ubahnya seperti olah raga sambil melanjutkan kehidupan, ungkap Iwan

Diluar memang banyak komunitas mural, namun beliau memilih kegiatan mural diluar mainstream biar progresnya berkelanjutan dan tidak menunggu momen.

Adapun teknik yang digunakan Iwan dalam nge-mural adalah Stencil Art. Proses pengerjaannya ada yang dilakukan di studio terutama untuk proses awal.

Sementara kalau ditanya tentang sumber dana untuk membeli media yang digunakan, Iwan menyampaikan terkadang ada yang bersumber dari donatur tetapi pada kenyataannya justru lebih banyak merogoh dari saku sendiri.

Hasilnya ternyata karya yang digeluti sungguh-sungguh dapat menjadi pelengkap estetika sebuah sudut agar tampak lebih menarik.

(Kang Amat)

Komentar ditutup.

Scroll to Top