PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA SEPATU KULIT BERBASIS DIGITAL MENUJU SENTRA MODERN DI DESA GANJARSARI KABUPATEN BANDUNG BARAT
oleh :
Keni Kaniawati SE.M.Si
Sebagai Dosen, tidak hanya melakukan pendidikan dan penelitian saja tapi melakukan Tridharma Perguruan Tinggi yang ketiga yaitu Pengabdian Kepada masyarakat. Pada hari Senin, tanggal 27 Juli 2020, Tim Hibah PKM Ristek Dikti yang diketuai oleh Keni Kaniawati SE.M.Si melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat yang di daerah Desa Ganjarsari Kabupaten Bandung Barat Pada Pegiat IKM Sepatu, dimana PKM ini dihadiri oleh Ketua Mitra IKM Sepatu KBB Bpak Yusuf Soleh, Bapak Lurah, Bapak RW , Sekdes, Ketua PKK KBB, Sesepuh IKM KBB dan pegiat IKM sepatu lainnya.
Kabupaten Bandung Barat merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Bandung yang berada di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki 16 kecamatan, salah satunya yaitu Kecamatan Cikalongwetan. Kecamatan Cikalongwetan terdiri dari 13 desa dan salah satunya adalah Desa Ganjarsari.
Desa Ganjarsari memiliki sejumlah pengusaha dan pengrajin sepatu yang memiliki potensi untuk tumbuh dan berkembang, salah satunya adalah usaha sepatu Veergha Collection yang dimiliki oleh Bapak Soleh Yusuf. Pembuatan sepatu dikawasan Desa Ganjarsari tidak hanya menggunakan bahan kulit sapi/domba, tetapi juga mulai menggunakan bahan kulit ular dan ikan nila, sehingga menjadi ciri khas produk sepatu Desa Ganjar Sari.
Meskipun demikian, usaha sepatu di Desa Ganjarsari masih dihadapkan pada beberapa masalah antara lain yaitu teknik pemasaran produk yang masih bersifat tradisional yang belum menggunakan digital marketing, sehingga sulit untuk meraih pangsa pasar yang lebih luas dan kalah bersaing dengan banjirnya produk sepatu China dan ramainya produk yang dipasarkan secara online.
Permasalahan lainnya yang dihadapi yaitu tingginya harga bahan baku terutama bahan baku impor akibat tingginya dollar, masih minimnya jumlah pengrajin sepatu yang profesional yang memiliki keahlian khusus, adanya kesulitan dalam pembuatan laporan keuangan yang sesuai dengan PSAK EMKM secara digital, Pemahaman terhadap perkembangan IPTEK yang masih lemah sehingga perlu adanya bimbingan dan arahan.
Produk sepatu Veergha Collection memiliki ciri khas, namun belum di patenkan, karena kurangnya pemahaman pemilik terhadap proses pengurusan paten produk.
Dengan adanya program kemitraan masyarakat diharapkan dapat membantu terbentuknya kelompok masyarakat pengusaha yang kreatif, inovatif dan mandiri yang dapat meningkatkan usahanya melalui strategi pemasaran dan penyusunan laporan keuangan secara digital, pengelolaan produksi yang lebih baik, dan kemampuan dalam mengurus paten untuk setiap varian produk yang dihasilkan.
Melalui Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) , TIMPKM Hibah Ristek Dikti Universitas yang diketuai oleh Keni Kaniawati SE.M.Si memberikan beberapa pelatihan dan simulasi khsusunya terhadap permasalahan yang dihadapi oleh pegiat IKM Sepatu di Kabupaten Bandung Barat.
Adapun langkah-langkah yang dilakukan untuk mengatasi setiap permasalahan yang dihadapi oleh mitra yaitu memberikan pelatihan kepada mitra mengenai pemasaran yang meliputi: bauran pemasaran, pengelolaan poduksi dan mutu produk, strategi pemasaran secara digitalisasi, penyusunan laporan keuangan yang baik dan benar sesuai dengan PSAK EMKM secara digital, memberikan pelatihan pengurusan HAKI khususnya disini hak paten produk.
Target Luaran dalam PKM ini adalah menginformasikan dan membantu membuatkan strategi pemasaran secara digitalisasi/daring/online melalui media sosial (Instragram, facebook, twitter,), Marketplace, E-Commerce (Bliblidotcom, Toko Bagus, Lazada, Kaskus, FB, TokoPedia), Website atau Blog, Social Video marketing (you tube, video), Social Mesengger (Whatsapp, telegram, line), memberikan pelatihan pengelolaan poduksi dan mutu produk, pelatihan penyusunan laporan keuangan secara digital, memberikan pelatihan pengurusan HAKI khususnya hak paten produk.
Untuk dapat menyelesaikan permasalahan pemasaran dan pengelolaan keuangan yang masih bersifat tradisional yang dihadapi oleh mitra serta pengelolaan produksi dan mutu produk yang masih belum maksimal termasuk kurangnya pemahaman mitra dalam proses pengurusan hak paten untuk setiap produk yang dihasilkan, diperlukan langkah-langkah pemecahan masalah yang tepat yang dapat membantu mitra kedepannya mengembangkan bisnisnya secara efektif dan efisien, memiliki daya saing yang tinggi dan dapat menjangkau pangsa pasar yang lebih luas. Mitra diharapkan tidak hanya memiliki pangsa pasar di Kabupaten Bandung Barat dan daerah lainnya di Jawa Barat, tetapi juga dapat memiliki peluang pangsa pasar secara nasional maupun internasional dengan memanfaatkan teknologi digital yang sedang berkembang saat ini. Penyelesaian permasalahan yang dihadapi oleh mitra ini akan dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
- Permasalahan yang dihadapi mitra yaitu belum digunakannya strategi digital marketing dalam memasarkan produknya. Untuk dapat menyelesaikan permasalahan ini, maka upaya yang akan dilakukan adalah mengadakan pelatihan dan simulasi tentang digital Pelatihan ini dimaksudkan untuk memberikan pengetahun kepada mitra tentang pentingnya memanfaatkan teknologi sebagai media untuk memasarkan produk yang dimiliki menggunakan internet (online). Pada pelatihan ini, mitra akan dibekali dengan pengetahuan tentang cara menggunakan internet, langkah-langkah mengelola konten pemasaran digital berbasis web dengan menggunakan CMS (Content Management System), dan cara untuk membuat akun dan pengelolaan konten (tambah, ubah dan hapus) di e-commerce menggunakan media WordPress. Dengan PKM ini Tim telah membuat website untuk mitra.
- Mitra memiliki masalah yaitu belum mempunyai hak paten produk. Untuk mengatasi hal tersebut maka akan dilakukan pelatihan dan simulasi tentang pentingnya hak paten bagi pelaku usaha dan tata cara serta alur pengurusan hak paten sampai diperolehnya sertifikat hak paten tersebut. Pelatihan ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya mengurus hak paten setiap produk yang dihasilkan dan bagaimana meraih sertifikat hak paten. Mitra juga akan didampingi saat melakukan pengurusan sertifikat hak paten ke instansi terkait sampai sertifikat itu diperoleh, dan yang lebih praktis kepengurusan hak paten produk kini bisa dilakukan secara daring/online, maka kami TIM PKM akan mendampingi dan membantu kepengurusannya secara online sampai mitra memperoleh sertifikat hak paten produk. .Melalui PKM ini, mitra sudah didaftarkan HAKI dan pengajuan proses Hak Paten.
- Mitra memiliki masalah belum mempunyai laporan keuangan yang sesuai dengan standar penyusunan laporan keuangan PSAK EMKM dan belum menyusun laporan keuangan secara digital. Untuk dapat menyelesaikan permasalahan tersebut, maka akan diberikan pelatihan penyusunan laporan keuangan berbasis digital. Pelatihan ini dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan kepada mitra tentang cara memanfaatkan teknologi digital dalam menyusun laporan keuangan yang dapat dilakukan dengan mudah dimana saja dan kapan saja, dan dapat diakses dengan melalui handphone android menggunakan akses internet. Pada pelatihan ini mitra akan dilatih bagaimana cara menyusun laporan keuangan sederhana dengan memberikan pemahaman tentang persamaan dasar akuntansi, membuat jurnal umum, membuat buku besar, jurnal penyesuaian dan jurnal penutup. Selanjutnya akan dilatih untuk membuka aplikasi digital berbabasis web untuk penyusunan laporan keuangan yang tersedia secara gratis (aplikasi manager), mulai dari langkah-langkah dalam menjurnal, meng-update, dan menghasilkan laporan keuangan usaha dengan mengacu pada standar penyusunan laporan keuangan PSAK EMKM.Sehingga dengan kegiatan program PKM ini , mitra menjadi paham dan mempunyai Laporan Keuangan dalam menjalankan usahanya. Dan melalui PKM , mitra sudah mempunyai laporan keuangan sesuai dengan PSAK EMKM.
- Mitra memiliki masalah jumlah pengrajin sepatu sangatlah minim/sedikit, maka untuk mengatasi permasalahan ini akan dilakukan motivasi dan pelatihan cara membuat dan menjahit sepatu kulit kepada generasi muda yang tidak memiliki pekerjaan didaerah sekitar lokasi Mitra. Pelatihan ini juga dimaksudkan untuk memberikan bekal keahlian kepada generasi muda yang belum memiliki pekerjaan, sehingga dapat membantu mitra dalam proses produksi dan sekaligus membantu dalam proses regenerasi pelaku usaha sepatu kulit di daerah Mitra.Sehingga dengan kegiatan program PKM ini akan menambah jumlah pengrajin sepatu yang kreatif dan inovatif. Melalui PKM ini, mitra sudah mempunyai beberapa karyawan yang sudah mendapat pelatihan mengenai proses pembuatan sepatu dengan baik dan benar.
- Mitra memiliki kesulitan memperoleh bahan baku, maka untuk dapat menyelesaikan permasalahan ini, mitra akan diberikan pelatihan tentang pemanfaatan internet sebagai media untuk mencari informasi tentang bahan baku yang lebih murah dengan kualitas sesuai kebutuhan dan cara memanfaatkan sumber bahan baku yang banyak tersedia di Kabupaten Bandung Barat seperti kulit sapi lokal dan kulit ikan nila sebagai bahan baku utama disamping bahan baku lainnya seperti kulit ular, buaya dan biawak. Hal ini dilakukan sekaligus untuk mengurangi ketergantungan Mitra terhadap bahan baku impor, sehingga produk yang dihasilkan dapat bersaing dengan biaya produksi yang lebih murah dan kualitas yang lebih baik. Melalui PKM ini mitra bekerjasama dengan supplier kulit dan sesama pengusaha sepatu juga Asosiasi persepatuan , sehingga kesulitan bahan baku bisa teratasi.