Tak Hanya Terminal, Kelurahan Ledeng Jadi Sumber Mata Air Lewat Gedong Cai Tjibadak

Prabunews.com – Kelurahan Ledeng adalah sebuah kelurahan yang berada di Kecamatan Cidadap, Kota Bandung. Kawasan Ledeng dikenal sebagai daerah perlintasan yang menghubungkan Bandung, dari Jalan Setiabudhi menuju Kabupaten Bandung Barat yaitu Lembang dan wilayah Parongpong.

Ledeng sering kali dipenuhi oleh para mahasiswa. Pasalnya, daerah ini berdekatan dengan beberapa Universitas seperti Universitas Pendidikan Indonesia, Politeknik Pariwisata Enhai dan lainnya.

Tak hanya dikelilingi lingkungan yang asri nan segar, Kawasan Ledeng juga memiliki berbagai budaya yang unik dan jarang ditemui di daerah lainnya.

Kelurahan yang memiliki luas sekitar 189 hektar dengan jumlah penduduk kurang lebih 10.416 jiwa itu mempunyai hutan yang asri juga mata air yang mengalir melalui sungai cipaganti.

Tak banyak yang mengetahuinya, disana terdapat tempat yang dinamakan Gedong Cai Tjibadak. Masyarakat Kota Bandung bahkan masyarakat sekitar jarang mengetahui keberadaan lokasi itu.

Gedong Cai Tjibadak bisa dikatakan sangat bersejarah. Tempat ini merupakan salah satu bangunan tua peninggalan jaman kolonial yang memiliki fungsi dan manfaat untuk mengalirkan sumber mata air bersih kepada masyarakat Kota Bandung.

Sumber air tjibadak ditemukan pada tahun 1921. Saat itu, bisa menghasilkan debit air paling besar dengan 50/L detik. Ini tentu lebih besar dibandingkan Dago yang hanya 1/L detik dan cidadap 8/L detik. Mata air tjibadak memenuhi hingga 80% kebutuhan masyarakat Bandung kala itu. S

Hingga saat ini pun sumber mata air Tjibadak masih menjadi sumber utama perairan bagi masyarakat Kota Bandung. Tjibadak juga diketahui menjadi inspirasi penamaan Kelurahan Ledeng itu sendiri.

Gedong Cai Tjibadak merupakan salah satu heritage unggulan dan menjadi landmark wilayah Leden. Maka dari itu, harus dijaga dan dilestarikan agar tidak terlupakan dan tergerus zaman.

Scroll to Top