Prabunews.com – Perusahaan kendaraan otonom dari unit General Motors, Cruise baru saja mendapatkan izin untuk menjalankan layanan taksi robot (robotax) kepada penumpang secara berbayar di San Francisco, Amerika Serikat.
Perizinan tersebut merupakan ‘Izin Penerapan Tanpa Pengemudi’ pertama yang diberikan oleh Komisi Utilitas Publik California.
Izin yang didapat juga sekaligus menjadikan Cruise sebagai perusahaan pertama yang mengoperasikan layanan taksi online komersial, tanpa pengemudi di kota besar AS.
Adapun mobil yang digunakan adalah kendaraan listrik bertenaga baterai. Yakni kendaraan potensial untuk mengurangi emisi gas rumah kaca yang menyebabkan perubahan iklim.
Pada April 2021, Perusahaan mengatakan kepada CPUC melalui surat bahwa hadirnya mobil listrik otonom tersebut bertujuan untuk membuat jalan California lebih aman dan mengurangi emisi gas rumah kaca.
Sebelumnya, Departemen Kendaraan Bermotor California juga menyetujui izin penggunaan di jalan raya untuk kendaraan otonom untuk Cruise dan Waymo, yakni milik Alphabet induk usaha Google.
Cruise sendiri sudah menjalankan layanan ini dari sejak malam secara publik di San Francisco, meski belum mengharuskan penumpang untuk membayar ongkos.
Profesor emeritus dalam robotika di MIT, Rodney Brooks, baru-baru ini menaiki taksi tanpa pengemudi (milik Cruise) dan menulis pengalaman baik tentang di blognya.
Dalam postingannya itu, Brooks berkata, “Cruise telah menemukan MVP, ‘Produk yang Layak Minimal,’ kunci utama dari teknologi yang sukses.”
Sementara itu, Pesaing Cruise, Waymo juga menguji kendaraan tanpa pengemudi di San Francisco. Waymo dari Alphabet telah menawarkan tumpangan gratis tanpa pengemudi kepada karyawan atau anggota program pengujian di San Francisco.
Kendaraan itu juga telah mencatat “puluhan ribu” layanan tanpa pengemudi di Arizona.
Startup tanpa pengemudi lainnya, yang berfokus pada pengangkutan barang daripada penumpang, Nuro, juga memiliki izin penyebaran untuk mengoperasikan mobil tanpa pengemudi di San Francisco.