Prabunews.com – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memberikan pengarahan kepada segenap jajaran pejabat Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di seluruh Indonesia, yang meliputi pejabat utama Polri, kapolda, dan kapolres.
Ratusan perwira Polri dari tingkat pimpinan kepolisian resor hingga daerah (Polres dan Polda) dengan pangkat AKBP hingga Inspektur Jenderal berkumpul di Gedung Krida Bakti, Sekretariat Negara, Jalan Veteran III, Jakarta Pusat pada pada Jumat (14/10).
“Pengarahan ini diikuti 559 personel Polri, 24 pejabat utama Mabes Polri, 3 orang diwakili, 33 orang kapolda, 1 orang mewakili, karena ada kegiatan, dan 400 kapolres,” kata Kapolri Jendereal Listyo Sigit Prabowo di depan Jokowi.
Adapun pengarahan ini dilakukan secara tertutup. Para awak media meninggalkan ruangan ketika Jokowi akan memberikan pengarahan, setelah sebelumnya sempat meliput sambutan dari Kapolri.
Sebelumnya Jokowi memang mengundang segenap jajaran pejabat Polri untuk diberi pengarahan di Istana Negara.
Melalui Surat Telegram Rahasia (STR) tertanggal 12 Oktober 2022 itu, mereka yang hadir diminta tidak membawa tongkat komando dan topi. Mereka hanya diperkenankan mengenakan pakaian dinas lapangan atau PDL.
Tak hanya itu, mereka yang hadir juga tidak diperkenankan membawa ajudan serta peralatan elektronik seperti handphone.
Pengarahan Presiden terhadap Polri ini berhubungan dengan penurunan kepercayaan public terhadap Korps Bhayangkara usai kasus pembunuhan Brigadir J yang melibatkan Ferdy Sambo, hingga Tragedi Kanjuruhan.
Sementara itu, pertemuan ini bertepatan dengan mencuatnya kabar penangkapan Teddy Minahasa selaku Kapolda Jawa Timur terkait dugaan narkoba.