Wabah PMK, Pembagian Daging Kurban Dianjurkan Pakai Plastik

Prabunews.com – Hewan kurban yang disembelih saat Hari Raya Idul Adha dianjurkan untuk tidak dikemas menggunakan besek saat dibagikan kepada masyarakat. Hal ini mengingat kondisi merabaknya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) di Indonesia.

Pengemasan daging kurban di setiap daerah berbeda-beda. Ada yang menggunakan bingkisan berupa besek berlapis daun pisang supaya ramah lingkungan, ada juga yang menggunakan plastik sekali pakai supaya lebih praktis.

Namun, di tengah kondisi wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) ini daging kurban disarankan tidak dikemas menggunakan besek.

Kepala Bidang Keamanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Ermariah menyarankan makai plastik untuk membungkus daging kurban.

Minimal menggunakan plastik bening bukan daur ulang. Lebih bagus lagi menggunakan plastic organic.

Apabila menggunakan daun pisang atau besek, adanya peluang untuk darah atau cairan daging menetes di jalan saat perjalanan pulang.

Kemudian cairan tersebut berpotensi mengandung virus dan menjangkit ternak lain.

Saat daun pisang bekas daging dibuang ke penampungan sampah, misalnya, ada peluang kambing yang ada di sana makan daun tersebut

Selain itu, besek yang terbuat dari bambu dapat menyerap bau, kotoran dan bakteri. Sehingga akan sulit untuk diberihkan karena menempel.

Menurut Ermariah, penggunaan kemasan daun maupun besek perlu dihindari karena dikhawatirkan akan membentuk siklus penyebaran virus yang semakin meluas.

Sementara jika memakai plastik, virus yang menempel bisa mati bila merendamnya di air panas.

“Plastiknya boleh dibuang ke tempat sampah, jangan dibuang sembarangan,” terangnya.

 

 

 

 

 

(SDD)

Scroll to Top