Waspada Omicron Masuk, Gubernur Jabar Tancap Gas Vaksinasi

Prabunews.com – Memulai awal tahun 2022, Pemerintahan Provinsi Jawa Barat (Jabar) akan tancap gas untuk melakukan vaksin untuk anak 6-11 tahun. Hal itu dilakukan demi mencapai kekebalan komunal dan mempercepat penyerapan vaksin.

Pasalnya, ada sekitar 180 ribu dosis vaksin yang akan memasuki masa kadaluarsa pada akhir bulan ini sehingga harus segera dihabiskan.

“Kemudian di semua provinsi ada (vaksin) yang nyaris kadaluarsa, rata-rata Astrazeneca dan Pfizer. Jabar tidak sebanyak provinsi lain yang ada hingga empat ratus ribu sekian, kita hanya 180 ribu,” ujar Gubernur Jawa Barat atau yang kerap di sapa Kang Emil di Gedung Sate, Senin (3/1/2022).

“Keputusannya, sambil percepat vaksinasi bagi usia 6-11 tahun sebagai objek baru,” lanjutnya.

Pilihan lainnya, adalah dengan memberikan vaksin booster terhadap garda terdepan penanganan COVID-19, seperti tenaga kesehatan dan TNI-Polri.

Ia pun memastikan vaksin booster pertama di Jabar itu akan diberikan kepada garda terdepan penanganan COVID-19 secara langsung.

“Jadi tidak ada untuk pejabat, kepala daerah, anggota dewan itu tidak ada, saya tegaskan. Tapi tetap fokus pada anak 6-11 tahun, tapi jika kepepet itu waktu kadaluarsa tanggal 18 Januari hingga 30 Januari 2022. Sehingga sekarang 180 ribu itu,” tuturnya.

“Dan kecepatan Jabar 150-200 ribu per hari saya optimis Insya Allah tidak ada barang kadaluarsa terjadi dengan strategi ini dan pak Luhut sudah beri izin,” katanya.

Ia melaporkan saat ini, tingkat vaksinasi di Jabar telah mencapai 77% atau melebihi target yang diberikan pemerintah pusat pada akhir tahun lalu yang berada di angka 70 persen.

“Vaksin kita hari ini sudah 77 persen, alhamdulillah melebihi target. Akhir tahun pemerintah pusat kan target 70 persen kita sudah 76 persen, dan kita naik lagi,” ujar Kang Emil.

Scroll to Top