Abiansemal,Prabunews.com-Bendesa Adat Blahkiuh mendampingi Yayasan Jagat Bali Lestari sebagai realisasi daripada mou dengan desa adat Blahkiuh.Yayasan ini tertumpu pada pelestarian lingkungan dan lebih fokus pada pengadaan penanaman tanaman upakara yang terkonsentrasi di Tegal Suci pada kawasan pura dalem Desa Adat Blahkiuh.
Dan sudah ada kunjungan dari wisatawan dan para siswa yang bertujuan sebagai edukasi,sempat terhenti karena adanya pandemi covid,ucap Bendesa Adat Blahkiuh Ir. I Gst.Agung Ketut Sudaratmaja,M.S.
Acara penyerahan bibit tanaman dari PT.Jamkrida Bali Mandara kepada Yayasan Jagat Bali Lestari dilaksanakan di wantilan Pura Dalem Desa Blahkiuh yang dihadiri Camat Abiansemal Ida Bagus Putu Mas Arimbawa,S.Sos,PHDI Desa Blahkiuh,Perbekel Blahkiuh,Perbekel ADYC,Kelian Adat Dinas se Desa Blahkiuh,Osis SPENSAB,Osis DWISMAN serta SMK PGRI 1.Minggu(23/04/2023).

Acuan tentang Taman Gumi Banten yang diatur dalam Pergub No 29 Tahun 2020 tentang pelestarian tanaman lokal Bali sebagai taman Gumi Banten,Puspa Dewata, Usada dan penghijauan sehingga Bendesa Adat Blahkiuh sudah menyampaikan list daftar apa saja yang diperlukan setiap ada upacara di desa adat blahkiuh dan itu sumbernya pada serati banten,karena dari serati banten lah mendapat suatu informasi.
Cara mengaplikasikan dalam melesatrikan tanaman upacara yaitu dengan mencoba mensosialisasi metode belajar merdeka baik di sekolah-sekolah maupun di kampus-kampus.Generasi muda dapat terdidik kembali berkaitan dengan manfaat pohon kemudian kekayaan plasma nutfah yang berguna dan sudah ada tatanan menurut lontar taru pramana.

“Kedepan ada papan semacam baliho yang bertuliskan Anda memasuki kawasan,bahwa di kawasan ini ada tanaman upacara yang bisa anda dapatkan dengan mudah di tempat ini sehingga masyarakat bisa mengetahui,”jelas Bendesa Adat Blahkiuh.
Kemudian Camat Abiansemal dalam pembicaraannya terkait acara tersebut sangat penting karena ada aspek edukasi,pelestarian dari beberapa pohon yang sering kita manfaatkan sebagai upakara,jadi kedepan di Abiansemal ada satu percontohan.

“Dan tak kalah penting bahwa sekolah dengan kurikukum merdeka memberi ruang kepada para siswa untuk praktek secara nyata,paling tidak cinta tanaman,”tutup Camat Abiansemal.