Prabunews.com – Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Zulkifly Chaniago, BE. Menyebutkan ruas jalan Arjawinangun-Gopala juga membutuhkan perhatian khusus
Pentingnya perbaikan pada jalan tersebut lantaran ruas jalan Arjawinangun-Gopala menjadi penghubung Kecamatan Arjawinangun di Kabupaten Cirebon ke Gopala/Karangampel di Kabupaten Indramayu
Setelah melewati jalan kereta api di Pasar Arjawinangun ke arah utara jalan ini kerap terendam air yang diseabkan oleh luapan air hujan serta letak jalan yang diapit dua saluran irigasi.
Saluran irigasi tersebut lebih tinggi dari permukaan jalan, mengakibatkan air merembes dan praktis menggenangi sebagian jalan.
Daerah Desa Jagapura Kecamatan Gegesik Kabupaten Cirebo juga kerap kali terendam dikarenakan mayoritas diapit sawah, sehingga sering terendam.
Tanahnya pun relatif labil. Faktor lain yang membuat jalan ini bergelombang adalah cukup tingginya frekuensi kendaraan besar yang kerap melintas dengan muatan berlebih.
Kerusakan jalan tidak hanya disebabkan oleh air, namun kendaraan yang kelebihan muatan (overload) juga bisa menjadi penyebab rusaknya jalan. Pasalnya dua kali lipat daya tampung jalan akan merusak jalan lima belas kali lebih cepat.
“Jadi jalan yang umur teknis rencananya 15 tahun dengan kapasitas 20 ton jika secara kontinyu dilalui kendaraan bermuatan 40 ton, jalan tersebut akan hancur dalam satu tahun saja,” jelas Zulkifly
Menurutnya, kondisi seperti itu sering ditemukan di banyak lokasi. Maka tidak heran jika nantinya jalan milik provinsi di Jawa Barat semakin parah. Angka kemantapannya pun tidak terjamin lagi
Slogan “jalan mantap ekonomi lancar”, kata Zulkifly, sesungguhnya sudah sangat baik. Jika jalan mantap, secara otomatis pergerakan orang dan barang pun akan lancar.