Kab. Bandung, Prabunews.com – Hari ini giliran Ir.H.M.Q Iswara, AIFO yang berbicara tentang limbah air lindi di TPA Sarimukti yang mencemari sungai dan memiliki dampak ekologis yang sangat mengerikan.

Direktur Eksekutif LSM Peduli Lingkungan Jabar (Pelija) sekaligus sebagai Ketua DPP Partai Golkar pada hari ini (22/7) mengatakan bahwa air lindi yang dihasilkan dari timbunan sampah dan terpapar air hujan sangatlah berbahaya karena cairan itu mengandung konsentrasi senyawa organik dan anorganik yang cukup tinggi.
M.Q Iswara mengatakan bahwa sebagaimana kita ketahui bersama bahwa air lindi memiliki kandungan senyawa organik (hidrokarbon dan sulfat), anorganik (natrium, kalium, kalsium, magnesium, klor, ortofosfat, fenol, dan logam berat beracun), serta sejumlah bakteri patogen yang terkandung di dalamnya.
Dan ini apabila masuk ke sungai jelas akan mencemari sungai dan berakibat terhadap rusaknya ekosistem sungai tersebut termasuk pada flora dan fauna yang ada didalamnya.

Maka apapun alasannya pihak UPTD yang melakukan pengelolaan Sampah Sarimukti dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Barat harus sesegera mungkin menyelesaikan permasalahan ini karena apabila hal ini terlambat dilakukan maka bencana ekologis ini akan terus menggerogoti ekosistem sungai tersebut serta merugikan warga masyarakat pada akhirnya.
Selain itu Direktur Eksekutif Pelija ini mengharapkan agar Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam hal DLH Jabar harus sangat serius melakukan penanganan masalah ini dengan memaksimalkan pemanfaatan IPAL yang ada di Sarimukti terlebih lagi sebagaimana sudah ditegaskan bahwa TPA Sarimukti penggunaannya akan diperpanjang hingga tahun 2025 dengan perluasan area serta daya tampung dua kali lipat dari sebelumnya yaitu mencapai 2.400 ton per hari.
Kita sangat berharap akan ada tindakan nyata dalam menyelesaikan masalah ini karena saya yakin semua masalah yang berhubungan dengan pengelolaan sampah di TPA Sarimukti sudah dianggap selesai sebelumnya.
(Kang Amat)