21 Tahun WALLAGRI, Igun Weishaguna Dorong “Sunda Polis” Jadi Model Pemberdayaan Bandung Timur

Bandung | Prabunews.com — Dua puluh satu tahun perjalanan WALLAGRI menjadi pijakan untuk memasuki fase baru. Tidak hanya mempertahankan berbagai program pemberdayaan yang telah berjalan, WALLAGRI kini mendorong konsep Sunda Polis sebagai model pemberdayaan berbasis pelestarian alam dan budaya Sunda di tengah perkembangan Bandung Timur.

Ketua WALLAGRI, Igun Weishaguna, mengatakan perjalanan organisasi selama 21 tahun telah menghasilkan berbagai capaian dari tingkat lokal, regional, nasional hingga internasional.

“Alhamdulillah, 21 tahun WALAGRI semakin berprestasi dari tingkat lokal, regional, nasional hingga apresiasi internasional,” ujar Igun.

Perjalanan tersebut antara lain dimulai pada 2012, ketika WALLAGRI menjadi percontohan kampung berkebun pertama di Kota Bandung dan meraih Juara 1 program pengembangan kota hijau Kota Bandung.

Pada 2022, WALLAGRI menjadi percontohan program Buruan Kota Bandung dan mendapat apresiasi melalui kunjungan delegasi Departemen Ketahanan Pangan Italia.

Program Sapoe Jadi Patani juga mendapat apresiasi dalam konferensi internasional UNESCO di Korea Selatan serta mendapat kunjungan pelajar internasional dari 17 negara melalui AIESEC.

Pada 2023, WALLAGRI meraih Juara 3 Indonesia SDGs Action Award tingkat nasional dari Bappenas melalui pengembangan Kampung Hejo Sae Co-working Space.

Kemudian pada 2024 mendapat apresiasi dari Pusat Pemungutan Zakat Malaysia, sedangkan pada 2025 meraih Juara 3 Mandaya Award dari Kemenko Bidang Pemberdayaan Masyarakat melalui program Lembur Hibar.

Sunda Polis sebagai Arah Baru

Menurut Igun, tantangan Bandung Timur ke depan membutuhkan model pemberdayaan yang mampu mempertahankan identitas lokal sekaligus merespons perkembangan kawasan, karena itu, WALLAGRI mendorong konsep Sunda Polis.

“Fokus utama WALLAGRI ke depan adalah mengembangkan model Sunda Polis, model pemberdayaan tematik berbasis pelestarian alam dan budaya Sunda,” jelasnya.

Konsep tersebut diarahkan untuk menciptakan keunggulan kompetitif masyarakat di tengah tingginya arus urbanisasi, terutama setelah perkembangan kawasan kota internasional teknopolis Gedebage.

Empat Program Unggulan, untuk memperkuat arah tersebut, WALLAGRI menyiapkan sejumlah program unggulan.

  1. Hilirisasi batik khas Oedjoengbroeng yang pada 2026 dikembangkan melalui kerja sama dengan LPPM Unisba dan Kemdiktisaintek.
  2. Lembur Hibar atau Hidup Bebas Rentenir, yang masih dikembangkan melalui kerja sama dengan Kementerian Sosial RI.
  3. Sekolah Benjang Indonesia (SBI) yang dibangun melalui kerja sama dengan pemerintah dari tingkat lokal, regional hingga nasional.
  4. Sapoe Jadi Patani, yang diperkuat melalui jejaring pelajar internasional AIESEC.

Igun menegaskan bahwa keberlanjutan WALLAGRI dibangun melalui kemandirian ekonomi dan semangat gotong royong masyarakat Sunda.“Ririungan, rereongan, reureujeungan.” Dari Komunitas Menjadi Ekosistem Pemberdayaan

WALLAGRI juga terus mengembangkan unit-unit pemberdayaan yang aktif dan mandiri. Di antaranya Koperasi Lembur Hibar Mulya Mandiri, Sekolah Benjang Indonesia, Sanggar Seni WALAGRI, PAUD WALAGRI Asih, SLB WALAGRI Asih, PKBM WALLAGRI Asih dan DTA WALAGRI Ati.

Igun mengatakan keberhasilan WALAGRI tidak hanya dilihat dari jumlah kegiatan, tetapi juga dari dampak dan pengakuan yang muncul. Pada 25 Agustus 2026, WALLAGRI telah mendapat konfirmasi kunjungan pelajar dari Malaysia dan Australia untuk mempelajari batik khas Ujungberung.Sepanjang 2026, WALLAGRI juga telah mendapat liputan dalam empat episode Benjang oleh TVRI Dunia.

Igun menegaskan, peran strategis WALLAGRI di Bandung Timur bukan baru dimulai saat ini. WALLAGRI telah terlibat dalam pengembangan konsep pelestarian alam dan budaya, termasuk penggagasan konsep Sunda Polis pada 2014, pengembangan berbagai ruang publik dan kawasan budaya, hingga ikut mendorong Benjang sebagai Warisan Budaya Takbenda nasional pada 2019.

WALLAGRI juga terlibat dalam proses WBTB Sered Ujungan pada 2023 serta penyusunan masterplan wisata Bandung Timur pada 2025. Menurut Igun, seluruh perjalanan tersebut menjadi bagian dari upaya mempersiapkan masyarakat menghadapi perubahan kawasan tanpa kehilangan identitas budaya.

“Harapan kami, WALLAGRI tetap terdepan dalam pelestarian alam dan budaya Sunda serta dapat mewujudkan pembangunan kawasan Sunda Polis.”

Tinggalkan Komentar

Scroll to Top