Bandung, Prabunews.com – Kesadaran masyarakat Kota Bandung di bidang kebersihan semakin tinggi. Setidaknya itu yang ditunjukan warga RW 12 Kelurahan Maleer Kecamatan Batununggal Kota Bandung.

Warga di wilayah tersebut telah mampu mengatasi sampah daru sumbernya. Warga melakukan itu melalui program Kurang, Pisahkan, dan Manfaatkan (Kang Pisman). Wilayah ini memiliki tempat pengolahan sampah sendiri.
Di RW 12 memiliki bangunan seluas 150 meter persegi untuk mengelola sampah melalui berbagai metode. Mulai biodegerster, Lodong Sesa Dapur (Loseda) dan ada yang cukup unik juga yakni dengan metode bakteri.
Metode tersebut menggunakan sampah anorganik yakni botol air minum dijajarkan yang berfungsi untuk menyaring air limbah atau air kotor menjadi jernih.
Baca juga : Ema Sumarna, Mengintip Permasalahan Kota Dengan Bersepeda
“Metode bakteri ini dibuat dari sampah anorganik yakni botol minuman, disimpan. Kita bentuk seperti papan penyaringan nantinya keluar air limbah menjadi bersih,” terang Jaya Ketua RW 12 Kelurahan Maleer Kecamatan Batununggal, di Kantor Kelurahan Maleer kepada Wali Kota Bandung yang tengah mengunjungi wilayah tersebut, Jumat (13/3/2020).
Di wilayah ini, warga menggunakan metode biodegester yang mampu menghasilkan gas. Hasil tersebut dimanfaatkan oleh warga khususnya pasukan Linmas ketika rehat dalam tugas malamnya. Mereka bisa memasak air untuk menyeduh kopi dengan gas hasil biodegester.
“Ada juga metode biodegester menghasilkan gas yang sampai saat ini dimanfaatkan oleh linmas untuk buat kopi dan sebagainya,” ungkap Jaya.