Prabunews.com – Acara Asia Africa Festival (AAF) 2022 sukses digelar. Perhelatan tersebut merupakan kerjasama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung.
Salah satu rangkaian acara nya ialah menampilkan sanggar dan seniman dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk beberapa negara sahabat.
Mini oratorium dengan highlight “Spirit Of Bandung” ini menjadi sorotan utama acara yang bertempat di Hotel Pullman, Bandung pada Rabu (25/5).
Kolaborasi antara kreator seni pun ditampilkan dalam acara. Kolaborasinya seperti musisi, karawitan, tari, teater wayang, perupa bahkan pencak silat.
Dari tahun ke tahun, gelaran ragam seni dan budaya selalu menjadi bagian dari AAF. Kolaborasi antara kreator seni pun ditampilkan dalam acara.
Pada tahun ini kolaborasi tersebut akan memadukan kesenian tradisional, kontemporer, dan modern.
Acara disuguhkan dengan menampilkan gugunugan dalang beserta 20 penari dramatical yang melengkapi.
Selanjutnya, penonton yang hadir ditampilakan ilustasi mengenai sejarah Kota Bandung melalui bayang pasir beserta musik keroncong sebagai backsoundnya.
Dibuat tegang, kali ini disuguhkan teater tentang perang serta tarian dramatical Tarawangsa. Dengan dukungan pembacaan puisi oleh Kang Iman Sholeh, membuat teater ini semakin haru.
Tak sampai situ, penonton dibuat kagum dengan aksi kolaborasi dengan grup pencak silat dari PPSI.
Sebagai pencair suasana, aksi pedalangan pun ditampilan. Kali ini si Cepot membawakan temanya terkait adanya peristiwa Konferensi Asia Afrika. Adapun lagu-lagu tradisional ikut dinyanyikan.
Menjelang akhir, AAF tahun ini mengajak penonton untuk kembali bernostalgia pada bandung tempo dulu. Kaulinan anak-anak pun ditampilkan.