Bandung Darurat Sampah di Sungai dan Saluran Air

Bandung, Prabunews.com – Permasalahan sampah di sungai dan saluran air/drainase menjadi soal yang sangat klasik terjadi di kota ini. Berbagai upaya telah dilakukan melalui pendekatan program berbasis masyarakat.

Tumpukan sampah di saluran air (dokumentasi November 2019)

Baik itu melalui program Kang Pisman ataupun melalui edukasi berbasis ruang pendidikan berbasis program Sekolah Berbudaya Lingkungan / Adiwiyata.

Namun secara nyata budaya membuang sampah sembarangan tetap menjadi potret yang hadir seakan tiada habisnya.Hal itu terlihat dari kenyataan kinerja yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Bandung yang secara masif terus menemukan permasalahan banjir yang salah satunya diakibatkan oleh senimentasi dan penyumbatan arus air karena banyaknya sampah.

Didi Ruswandi, Kadis PU Kota Bandung

Didi Ruswandi Kadis PU Kota Bandung mengatakan bahwa para pegawai DPU terus melakukan normalisasi sungai dan drainase namun yang menjadi sumber masalah dari terhambatnya arus sungai dan drainase dari waktu ke waktu tetap saja tentang banyaknya sampah di sungai dan drainase tersebut (7/1).

Kita sangat berharap sinergitas dan kolaborasi semua pihak untuk tidak hanya sebatas sosialisasi tentang pengelolaan sampah namun lebih dari itu sampai ke ruang-ruang edukasi terlebih didukung oleh monitoring dan evaluasi yang konsisten akan menghasilkan kerja nyata dalam upaya membangun kesadaran masyarakat untuk semakin peduli terhadap lingkungan, minimal belajar bijak dalam membuang sampah, tegas Didi.

Selain itu pengelolaan sampah berbasis masyarakat pun diharapkan dapat menjadi gerakan yang masif dilengkapi dengan apresiasi dari setiap upaya yang dilakukannya dan hal ini tentunya akan membuat masyarakat semakin semangat dalam melakukan upaya pengelolaan sampah.

Jadi setiap program tidak berhenti di ranah seremonial belaka namun terus terakumulasi sebagai sebuah gerakan sadar dan budaya baik.

(Kang Amat)

Scroll to Top