Prabunews.com –  Keterisian rawat inap atau Bed Occupation Rate (BOR) di rumah sakit mengalami peningkatan seiring dengan melonjaknya kasus Covid-19 di tanah air. Hal ini dijelaskan oleh Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito. I

aWiku juga menyebut DKI Jakarta merupakan provinsi tertinggi yang menyumbang tingkat keterisian BOR sebesar 12,93 persen. Kemudian di susul Kalimantan Selatan sebesar 12,79 persen dan Banten sebesar 11,85 persen.

Adapun kasus positif Covid-19 meningkat hinga berkali-kali selama dua bulan terakhir. Tercatat ada sekitar 38.000 lebih kasus positif di Indonesia.

“Sangat tinggi jika dibandingkan dengan awal Juni 2022 yang hanya 2.000 kasus saja,” ungkap Wiku.

Sementara itu, sebanyak 5 provinsi penyumbang tertinggi kasus positif pada pekan ini. DKI Jakarta menjadi posisi pertama dengan capaian 19.000 kasus.

Kemudian di susul Jawa Barat 7.000 dengan kasus dan Jawa Barat 7.000 dan Jawa Timur dengan 2.000 kasus. Lalu ada Kalimantan Selatan berada di posisi terakhir dengan 610 kasus.

Kendati demikian, laju kasus COVID-19 di Indonesia relatif lebih rendah jika dibandingkan empat negara tetangga seperti Jepang, Korea Selatan, Australia dan Singapura.

Per 31 Juli 2022, jumlah kasus di Jepang mencapai lebih dari satu juta kasus. Sedangkan Korsel 500 ribu kasus lebih, Australia hampir 300 ribu kasus dan Singapura mencapai 54 ribu kasus dalam sepekan.

Kasus Kematian

Sementara kasus kematian juga meningkat seiring dengan kenaikan kasus positif, namun tidak signifikan. Terdapat 91 kasus kematian selama pekan terakhir.

Angka tersebut meningkat tajam dibandingkan pekan sebelumnya yang hanya terdapat 40 kematian. Bahkan, angka kematian menyentuh lebih dari 20 kematian dalam sehari, selama beberapa hari terakhir ini.

DKI juga menjadi provinsi penyumbang angka kematian terbanyak dalam sebulan, dengan capaian 29 jiwa. Kemudian disusul Jawa Barat 11 kematian serta sisanya kurang dari tujuh kematian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.