Prabunews.com – Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite yang berada di Rp 7.650 per liter, bukan harga keekonomian saat ini. Harga Pertalite adalah Rp 17.100 per liter.

Pernyataan itu bermula saat Jokowi menceritakan kondisi Amerika Serikat (AS), yang saat ini diterpa kenaikan harga barang karena inflasi yang melonjak. Harga bensin bahkan sudah naik hingga dua kali lipat.

“Coba di negara kita bayangkan Pertalite naik dari Rp 7.650 harga sekarang, kemudian jadi harga yang benar Rp 17.100. Demonya berapa bulan?,” kata Jokowi.

Pertanyaan itu dilontarkan mengacu pada kebijakan pemerintah yang kala itu menetapkan harga bahan bakar minyak (BBM) hingga 10%.

“Naik 10% saja demonya saya ingat, demonya tiga bulan. Kalau naik sampai 100% lebih, demonya akan berapa bulan?,” kata Jokowi.

Jokowi pun berusaha mengendalikan harga BBM agar tidak terpengaruh terhadap kenaikan harga minyak di dunia saat ini. Ia tidak mau nantinya harga barang konsumsi lainnya turut mengalami kenaikan lantaran terpengaruh oleh harga bensin yang naik.

“Oleh sebab itu, pemerintah mengeluarkan anggaran subsidi yang tidak kecil Rp 502 triliun. Tidak ada negara yang berani memberikan subsidi sebesar yang dilakukan Indonesia,” kata Jokowi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.