Cegah Penyebaran Covid-19, Pemerintah Kota Cimahi Sterilisasi 9 Sekolah

Cimahi, Prabunews.com – Sejumlah petugas dari (Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Cimahi dan Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kota Cimahi selama dua hari ini melakukan sterilisasi berupa penyemprotan di 9 (sembilan) SD dan SMP Negeri, guna mencegah meluasnya penyebaran wabah Virus Corona atau Covid-19.

Sekolah-sekolah yang disterilisasi itu meliputi SD Negeri Cibeber 3, SD Negeri Cibodas 5, SMP Negeri 3, SMPN 11 dan SMPN 13 serta SDN Cibabat Mandiri 1, SDN Cibabat 5, SDN Baros Mandiri 5 dan Baros Mandiri 6.

Berdasarkan pantauan di lapangan, petugas melakukan sterilisasi SDN Baros Mandiri 5 , SDN Baros Mandiri 6, SDN Cibabat Mandiri 1 dan SDN 5 Cibabat Cimahi.

Petugas melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh ruangan yang ada termasuk diruang kepala sekolah, dan ruang guru serta diluar bangunan sekolah.

“Langkah itu dilakukan terus untuk menekan angka penyebaran Covid-19 terkait dengan hasil swab test para guru di Kota Cimahi dengan hasil yang keluar yaitu 13 orang terkonfirmasi positif Covid-19,” ungkap Walikota Cimahi Ajay Muhammad Priatna.

Menurut Ajay, untuk sementara sekolah yang disterilisasi adalah sekolah dimana guru yang dinyatakan positif Covid-19 mengajar di sekolah tersebut.

Namun demikian, walaupun saat ini masih diberlakukan pembelajaran jarak jauh kata Ajay, para guru harus tetap menjalankan protokol kesehatan agar tidak terpapar Covid-19.

“Saya berharap tidak hanya guru tetapi semua lapisan masyarakat harus menyadari bahaya wabah Covid-19 dengan menerapkan adaptasi kebiasaan baru (AKB), dimana masyarakat tetap bisa melaksanakan aktivitasnya namun tetap menjalankan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, mencuci tangan, menjauhi kerumunan dan meningkatkan imunitas tubuh dengan mengkonsumsi makanan sehat, bergizi dan berimbang serta rajin berolah raga,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cimahi Hendra Gunawan mengatakan, penyemprotan disinfektan ini hanya dilakukan di sekolah yang terdapat kasus positif Covid-19.

“Saat ini sterilisasi hanya di sekolah yang ada kasus positif. Sedangkan sekolah lain bertahap disterilisasi oleh pengelola sekolah masing masing dengan tetap jaga protokol kesehatan secara ketat,” ujarnya.

Kondisi para guru yang terkonfirmasi positif Covid-19 dalam penanganan di RSUD Cibabat maupun di BPSDM Jabar. “Untuk keluarga serta sanak saudara maupun rekan-rekan sesama tenaga pendidik yang kontak erat sekarang menjalani isolasi mandiri sambil menunggu hasil swab test,” katanya.

Pelaksanaan swab test massal bagi guru berstatus ASN Pemkot Cimahi berlangsung sejak 24 Agustus 2020. “Sejauh ini hasilnya ditemukan 13 kasus positif, Alhamdulillah tidak ada penambahan lagi. Swab test terhadap guru telah berakhir tapi masih berlangsung bagi yang belum dites,” jelasnya.

Kegiatan sterilisasi di lingkungan sekolah terpapar Covid-19 ini ditanggapi positif oleh guru dan orang tua murid, seperti diungkap oleh Cucu Sumiati warga Cipageran Kota Cimahi.

‘Ini wabahnya belum berakhir jadi sterilisasi sekolah bagus, guru juga harus Rapid Test atau Swab Test karena selama pembelajaran jarak jauh ada guru yang melakukan home visit ke rumah siswa. Jadi orang tua merasa aman,” ujarnya.

Ririn warga Cigugur Tengah Cimahi sterilisasi sekolah itu memang dibutuhkan, untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat. ‘Bahwa ini ada upaya dari pemerintah buat memutus mata rantai penularan Covid-19, Jangan dibiarin begitu saja,” ungkapnya.

Bila nanti saat belajar tatap muka dijalankan kata Ririn, pihak sekolah dan guru-guru juga merasa nyaman dan percaya kalau berada di sekolah aman.

(Dadan Sambas)

Scroll to Top