Menurut Nur, di Kelurahan Lebak Siliwangi ada berbagai proses pengolahan sampah yang sudah dilakukan, seperti memanfaatkan sampah non organik menjadi aneka kerajinan tangan, dan menyerahkan ke Bank Sampah.
“Kalau yang ke bank sampah ini, ada warga yang pada akhirnya menyerahkan ke petugas kebersihan, pada akhirnya ditabung oleh petugas itu dan jadi rezeki untuk dia. Karena anggapan warga jika sampahnya hanya 100 atau 200 gram kan tidak seberapa,” katanya.
Baca juga : Pencak Silat mewarnai Panggung ”Naratas Kana Budaya Sunda“
Sedangkan untuk pengolahan sampah organik, Nur mengatakan ada piihan bagi warga dengan metode biodigester dan loseda (Lodong Sesa Dapur), karena kondisi perumahan di wilayahnya yang berbeda-beda.
“Di Lebak Siliwangi, ada yang rumah besar, ada yang di gang-gang, kita berikan pilihan biodigester dan loseda. Kalau yang di gang lebih cocok loseda. Intinya dari sampah tersebut juga bisa bermanfaat, karena tujuannya pengolahan sampah bisa 100 persen di tingkat RW,” jelasnya.
(iwnaruna /Abah)