Bandung, Prabunews.com – Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat (DISPARBUD JABAR) digeruduk LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia Jawa Barat (GMBI Jabar), Kamis 4 Maret 2021.
Satu truk pasukan Dalmas Polrestabes Bandung sudah siap di lokasi untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan.
Penggerudukan tersebut, dipimpin Ketua Umum GMBI Jabar Muhammad Fauzan Rahman dengan sejumlah jajaran anggotanya menggunakan kendaraan bak terbuka lengkap dengan pengeras suara.
Ketua Umum GMBI Jabar Muhammad Fauzan Rahman kepada awak media, menjelaskan kedatanganya ke kantor DISPARBUD Jawa Barat untuk mengingatkan masalah kebudayaan, terutama masalah kebudayaan di Kabupaten Sumedang.
“Beberapa waktu lalu, pihak Keraton Sumedang Larang mengundang pihak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar termasuk GMBI untuk membicarakan masalah kebudayaan. Namun dari pihak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar tidak nampak hadir batang hidungnya. Ada apa ini? Kan dinas ini membawahi masalah kebudayaan juga, mana perhatiannya ?.” jelasnya
Dikatakan Fauzan, pihaknya tidak mau kejadian di Keraton Solo maupun Cirebon terjadi di Keraton Sumedang Larang. Apalagi Keraton Sumedang Larang masih memiliki bangunan keraton, ada rajanya, ada sejarah, ada catatan dan bukti otentiknya lengkap.
“Saya hanya minta pihak pemerintah menghargai undangan dari pihak keraton atau para budayawan maupun seniman. Jangan dianggap sepele,” tandasnya.
Aksi demo GMBI ke Dinas Pariwista dan Kebudayaan (DISPARBUD JABAR) berjalan damai dan tetap mengedepankan protokol kesehatan, seperti mengenakan masker dan menjaga jarak.
Usai melakukan orasinya, massa GMBI membubarkan diri dengan tenang dan damai tanpa ada ekses apapun.
Setelah jajaran anggota GMBI Jabar bubar, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, Dedi Taufik kepada media menjelaskan soal kebudayaan menjadi konsern dinas yang dipimpinnya. Karena kebudayaan menjadi kekuatan dalam kepariwisataan di Jawa Barat. “Kita sudah melakukan langkah-langkah dalam penguatan kebudayaan dan menjadi perhatian penuh Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” ujarnya.
Dikatakan Dedi, budaya menjadi kekuatan di pariwsiata Jabar sebelum atau dimasa pandemi sekarang ini. Untuk itu, pihaknya telah melakukan langkah seperti penguatan kelembagaan SDMnya yang unggul, industrinya lebih lokal dan bisa dikolaborasikan dengan budaya, serta destinasi seperti Puser Budaya Sunda di Sumedang Larang akan menjadi daya tarik wisata bagi para wisatan.
“Selebihnya, konsern Pemprov Jabar yakni meningkatkan indeks pemajuan kebudayaan sesuai UU No 5/ 2017, sebagai kinerja pemerintah yang fokus pada kebudayaan,” jelasnya.
Menanggapi kedatangan aksi masa GMBI Jabar, Dedi Taufik mengatakan ini karena mis komunikasi saja. “Sebenarnya masalah ini bisa diselesaikan dengan cara duduk bersama, kan sesuatu masalah pun bisa diselesaikan dengan musyawarah,” katanya.
(Mz)