Prabunews.com – Vaksinasi COVID-19 menjadi sebuah momen yang penting bagi kebanyakan orang. Momen ini juga bisa menjadi suatu hal yang menegangkan, terlebih untuk orang yang mempunyai kekhawatiran mengenai vaksin.
Namun satu hal yang perlu diingat, dengan divaksinasi COVID-19, anda tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi anda juga turut melindungi orang yang ada disekitar anda.
Pakar kesehatan dari UNICEF di Asia Selatan dan WHO di Asia Tenggara memberikan beberapa tips mengenai apa yang sebaiknya anda lakukan sebelum dan sesudah vaksinasi COVID-19.
Sebelum Vaksinasi
- Melakukan riset
Saat anda memutuskan untuk vaksin, sebaiknya anda mencari atau pelajari terlebih dahulu mengenai jenis vaksin COVID-19 beserta cara kerjanya dan pastikan informasi yang anda dapat berasal dari sumber yang dapat dipercaya, seperti web resmi WHO atau UNICEF. Jika anda masih ragu, konsultasikan langsung di fasilitas kesehatan terdekat.
2. Persiapkan Barang
Sebelum pergi vaksin, anda wajib mempersiapkan masker, hand sanitizer, dan surat pendaftaran vaksin yang sudah anda isi. Saat akan vaksinasi, kenakanlah pakaian berlengan longgar atau pendek untuk memudahkan petugas kesehatan. Serta yang terpenting, beri tahu petugas kesehatan yang akan memberi vaksin, jika anda memiliki masalah kesehatan atau sedang mengkonsumsi obat apa-pun, termasuk obat penghilang rasa sakit.
Batalkan janji temu Anda jika Anda memiliki COVID-19 atau gejalanya
Jika anda memiliki COVID-19 atau gejalanya pada hari janji vaksinasi, maka batalkanlah jadwal vaksinasi anda. Hal Ini karena anda dapat menyebarkan virus ke orang lain di pusat vaksinasi.
Hubungi pusat vaksinasi anda, melalui pesan, telepon, atau email untuk memberi tahu mereka bahwa anda tidak akan menghadiri jadwal vaksinasi karena anda memiliki gejala COVID-19.
Anda bisa mendapatkan vaksinasi 14 hari setelah anda mengalami gejala COVID-19.
Setelah Vaksinasi
- Perhatikan Kesehatan
Beberapa orang mungkin akan mengalami demam, nyeri otot dan pembengkakan, kemerahan, nyeri atau sensasi kesemutan di tempat suntikan, selama 1-2 hari. Jika anda mengalami efek tersebut, segeralah minum banyak cairan dan dapat mengkonsumsi parasetamol dengan dosis yang sudah dianjurkan oleh apoteker untuk membantu meringankan rasa sakit. Jika gejala anda lebih parah, atau bertahan lebih dari seminggu, beri tahu petugas kesehatan yang memberi anda vaksin.
2. Rawat Lengan Bekas Suntikan
Anda dapat mengurangi rasa sakit atau ketidak nyamanan di lengan bekas suntikan dengan mengoleskan waslap yang dingin, bersih, dan basah di atas area tersebut.
3. Masukan janji vaksinasi kedua Anda di kalender Anda
Sebagian besar vaksin COVID-19 membutuhkan dua dosis untuk bekerja. Butuh waktu bagi tubuh anda untuk membangun perlindungannya.
Untuk vaksin dua dosis, jarak antar vaksinasi pertama dan kedua bisa beberapa minggu atau lebih, jadi penting bagi anda untuk tidak melupakan jadwal vaksinasi kedua. Cantumkan jadwal vaksinasi kedua di kalender anda atau pasang pengingat.
4. Pertahankan perilaku preventif
Vaksin COVID-19 terbukti efektif menghentikan paparan virus COVID-19, tetapi para ilmuwan belum dapat memastikan apakah vaksin itu mencegah orang menularkan infeksi ke orang lain, maka dari itu sangat penting untuk selalu melakukan tindakan preventif meski sudah melakukan vaksin
Anda dapat melindungi diri anda serta orang di sekitar, dengan cara:
- Mencuci tangan dengan sabun dan air selama minimal 20 detik, atau pembersih tangan sesering mungkin.
- Menjaga jarak minimal 1 meter dengan orang lain.
- Bertemu orang-orang di ruang yang berventilasi baik, atau di luar ruangan
- Mengenakan masker saat tidak bisa menjaga jarak dari orang lain, atau berada di dalam ruang publik.
Hal tersebut sangat penting untuk dilakukan sampai dua minggu setelah vaksinasi kedua anda, karena selama periode ini, tubuh anda masih membangun perlindungan terhadap virus.
Sumber: unicef.org