Prabunews.com – Harga mie instan di tanah air disebut akan naik hingga tiga kali lipat imbas dari konflik Rusia-Ukraina. Pasalnya, ratusan ton gandum tidak bisa diekspor akibat konflik Rusia-Ukraina.
Hal ini disampaikan oleh Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo. Ia menyebut terdapat sekitar 180 juta ton gandum tertimbun di sana.
“Jadi, hati-hati yang makan mi, banyak dari gandum. Besok harganya 3 kali lipat itu. Saya bicara ekstrem saja nih,” ucapnya dalam Webinar Strategi Penerapan GAP Tanaman Pangan Memacu Produksi Guna Antisipasi Krisis Pangan Global.
Adapun harga gandum saat ini tengah melonjak. Sementara Indonesia masih mengimpor gandum untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Syahrul mengaku tidak setuju dengan ketergantungan impor gandum. Sebab, menurutnya, masih banyak sumber pangan lain di Indonesia, seperti sorgum hingga sagu.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun mewanti-wanti akan ketergantungan Indonesia terhadap impor gandum dari Rusia dan Ukraina, yang mencapai 11 juta ton.
“Hati hati yang komoditas pangan dunia naik semua umpamanya gandum. Kita juga impor gandum gede banget,” ucapnya beberapa waktu lalu.
Di samping itu, impor gandum sendiri bisa memengaruhi kenaikan harga roti dan mie di Indonesia.
“Ini hati hati yang suka makan roti, yang suka makan mi, harganya bisa naik. Karena apa? ada perang di Ukraina. Kenapa perang di Ukraina mempengaruhi harga gandum? karena produksi gandum 34 % berada di negara itu. Rusia, Ukraina, Belarusia semua ada disitu,” Jokowi menjelaskan.