Melalui kegiatan ini DLKH Kota Bandung mengajak kepada perwakilan warga Kota Bandung dari 30 Kecamatan, untuk bisa melihat langsung dampak yang diakibatkan dari pengelolaan sampah yang saat ini secara umum masih dilakukan.
“Hampir 70 % sampah yang dibuang ke TPA Sarimukti saat ini bersumber dari sampah Kota Bandung yaitu lebih kurang 1300 ton per hari,” paparnya.
Menurut Kamalia, hal ini menunjukkan sebenarnya kondisi bersih yang sudah ada dan dirasakan di wilayah Kota Bandung, masih berupa memindahkan masalah apabila hanya dilakukan kegiatan pengangkutan sampah.
Baca juga : Pencak Silat mewarnai Panggung ”Naratas Kana Budaya Sunda“
Melalui kegiatan napak tilas ini juga semua peserta kegiatan dapat melihat bagaimana sebenarnya teknis operasional yang dilaksanakan di TPA Sarimukti yang sampai saat ini belum ada teknologi yang diterapkan untuk mengolah dan memproses sampah lebih lanjut.
“Jika kondisi ini terus menerus dilakukan, maka lama kelamaan kondisi TPA Sarimukti akan penuh juga, sehingga kejadian tutupnya TPA sebagimana halnya dulu pada saat eks TPA Leuwigajah longsor akan terulang kembali dan Kota Bandung menjadi Lautan Sampah dapat terjadi kembali,” ujarnya.
(iwnaruna /Abah)