Keren Pisan, Simulasi PTM Terbatas SD Dian Kencana Kota Bandung

Bandung, Prabunews.com – Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) merupakan sebuah pilihan kebijakan yang harus direncanakan, dipersiapkan dan dilaksanakan dengan pertimbangan maksimal.

Setiap realisasi dari berbagai pilihan kebijakan yang ada sejatinya harus berdasarkan kesepahaman antara pihak sekolah dan oranga tua siswa.

Hal itulah yang tampak dari simulasi PTMT yang dilaksakan oleh SDS Dian Kencana yang berlokasi di sekitar jalan Peta (15/6).

Penerapan segala regulasi terbaik hadir dimulai dari membangun komitment dengan orang tua, koordinasi penguatan dengan SKPD terkait termasuk unsur kewilayahan sampai kesiapan semua PTK yang sudah tervaksinasi dan penugasan berdasarkan SK Satgas Covid Sekolah.

Orang tua siswa diberikan alternatif pilihan tanpa terpaksa dari pelayanan pendidikan bagi putra-putrinya, sehingga secara tidak langsung sekolah menggunakan kemasan pembelajaran Blended Learning.

Marlina Widiastuti, S.Pd Kepala Sekolah SDS Dian Kencana Kota Bandung

Marlina Widiastuti, S.Pd Kepala Sekolah SDS Dian Kencana mengatakan bahwa hal utama yang harus terbangun dari pilihan PTMT adalah adanya komunikasi dan sinergitas antara sekolah dan orang tua siswa.

Dimulai dengan membangun kesepakatan komitmen untuk bersama, selanjutnya traching kesehatan siswa.

Apabila ada siswa yang memiliki resiko karena kesehatannya makan sekolah memberikan rekomendasi yang terbaik bagi semua pihak. Selain itu komunikasi sebelum dan sesudah PTMT dilaksanakan intens dilaksanakan untuk memantau keadaan siswa.

Semua siswa diantar oleh orang tua siswa dan sekolah tidak merekomendasikan untuk menggunakan pengantaran siswa oleh alternatif pelayanan transportasi online dan ini merupakan kesepakan bersama, selanjutnya pengukuran suhu tubuh, pemberian hand sanitizer, memasuki kelas dengan arahan petugas serta membawa bekal makan dan minum sendiri semua sangat tertib dan teratur.

Dalam setiap sesi PTMT siswa hanya 5 orang / kelas, masing-masing sesi waktu yang digunakan selama 2 jam.

Satu hal lain yang sangat diharapkan oleh pihak sekolah adalah adanya pelatihan tentang tindakan medis apabila pada rentang PTMT ada kejadian dari kondisi siswa yang tidak diharapkan sehingga pelayanan medis akan sesuai dengan yang diharapkan karena semua tindakan medis sejatinya hanya dilakukan oleh orang-orang dengan keahlian khusus, tegas Marlina.

(Kang Amat)

Scroll to Top