Plt. Hadiri Persiapan Pembelajaran Tatap Muka Dan Sosialisasi Prokes/AKB Di Sekolah/Madrasah Tingkat Kota Cimahi 2021

Cimahi, Prabunews.com – Guna menyiapkan Rencana Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sekolah-sekolah Kota Cimahi Tahun Ajaran Baru (TAB) 2021, pemerintah Kota Cimahi terus mensosialisasikan segala hal yang dianggap perlu untuk dipersiapkan, Senin bertempat di Techno Park Jalan Baros (14/06/2021).

Plt. Wali Kota dalam sambutannya mengungkapkan di masa pandemi covid-19 ini, kita harus terus berusaha untuk memutus mata rantai penyebarannya, meskipun telah muncul varian baru. Di Kota Cimahi yang saat ini masuk pada zona merah telah dilakukan usaha dengan menerapkan PPKM berskala mikro.

Berdasarkan SKB 4 Menteri yang mengutamakan keselamatan dan kesehatan para siswa, pendidik dan tenaga kependidikan, sehingga sosialisasi ini sangat diperlukan guna mendapatkan masukkan sehingga PTM terbatas di Kota Cimahi dapat dilaksanakan secara aman, ujar Ngatiyana.

Ngatiyana menerangkan berdasarkan instruksi Presiden melihat situasi penyebaran pandemi yang semakin meningkat misalnya di Kudus muncul varian baru yang berasal dari India.

Sebagai evaluasi maka di Kota Cimahi akan melihat 3-4 minggu kedepan, apakah Kota Cimahi bisa menurunkan status zona, bertahan atau meningkat? Apabila situasi dan kondisi tidak memungkinkan maka PTM terbatas bisa diundur di Bulan Agustus, ungkap Ngatiyana.

Saat ini banyak munculnya klaster-klaster baru sebagai akibat kegiatan mudik masyarakat pada hari lebaran kemaren yang awalnya dilarang oleh pemerintah. Rumah Sakit di Kota Cimahi persentase pengisian tempat tidur sudah di atas 60% sebagai angka rawan sehingga harus dilakukan antisipasinya.

Ngatiyana menitipkan pesan kepada seluruh peserta, agar bisa mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa 13 puskesmas siap melayani vaksinasi, karena saat ini masih ada warga yang apatis atau takut untuk divaksin.

Apabila PTM dijalankan Ngatiyana menekankan protokol kesehatan harus diterapkan dan pelaksanaan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) jangan sampai ada yang tertinggal, sehingga tidak memunculkan klaster baru, pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama nara sumber dari Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Barat Dr. Wida menerangkan bahwa pemerintah telah mengeluarkan kebijakan dan panduan untuk pelaksanna PTM terbatas, yaitu Mitigasi Risiko Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas Dan Edukasi Prilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) dengan tujuan agar seluruh siswa mendapatkan haknya dalam bidang pendidikan meskipun di masa pandemi.

Kadisdik Kota Cimahi Harjono, S.Pd, M.Pd, menerangkan bahwa PTM ini adalah hajat bersama berdasarkan SKB 4 Menteri (Menteri Pendidikan, Menteri Kesehatan, Menteri Agama, Menteri Dalam Negeri), sehingga kolaborasi dan sinergisitas akan sangat menentukan keberhasilan PTM terbatas. Pelaksanaan PTM terbatas saat ini masih dalam tahapan simulasi dan tidak semua sekolah SD-SMP dapat melaksanakan.

Disdik hanya memilih sekolah yang benar-benar telah siap untuk simulasi berdasarkan data dapodik yang masuk, tegas Harjono. Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi dr. Dikke memaparkan data pemantauan kasus covid-19 per 14/06/2021 terpapar 125 orang dan yang melaksanakan isoman 600 orang, hal ini belum yang masuk periksa mandiri dan tidak dilaporkan ke puskesmas.

Dikke menitipkan agar protokol kesehatan dan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) benar-benar dilaksanakan, semuanya dilaksanakan agar PTM terbatas bisa berjalan dengan lancar dan tidak memunculkan klaster baru dengan dasar 3M dan 3 T, tegas Dikke. Acara rapat koordinasi dan sosialisasi ini dihadiri oleh Disdik Kota Cimahi, LPMP Jawa Barat, Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Para Camat, Kepala Sekolah SD dan SMP serta unsur Komite Sekolah.

(Dadan Sambas)

Scroll to Top