Depok, Prabunews.com – Ketua DPD LSM Pergerakan Rakyat Bersatu (PRABU) Depok Abdullah mengapresiasi atas langkah cepat satgas SDA dari Dinas PUPR kota Depok atas pengerukan saluran drainase di jalan Sempu RT. 006/004 kelurahan Beji kecamatan Beji Depok, Kamis pagi (06/05/2021).
Abdullah menyapa via saluran telepon wartawan ini, “Saya mengapresiasi langkah cepat satgas Dinas PUPR kota Depok yang langsung melakukan pengerukan setelah reses wakil ketua DPRD kota Depok H. Tajudin Tabri kemarin sore. Dalam reses itu HTJ menyerukan kepada Dinas terkait untuk segera meninjau dan memperbaiki saluran/got di jalan Sempu Raya Beji.
Pernyataan HTJ sempat viral di salah satu Grup FB, meskipun berbagai tanggapan netizen namun pengakuan salah seorang warga Beji menyampaikan bahwa, “Saya kurang tahu maksud netizen yg menganggap pencitraan, tapi kami warga Beji percaya pada apa yang kami lihat dan saksikan langsung, bukan hanya sekedar wacana. Terima kasih pak HTJ. Demikian kutipan komentar FB Ama Christian Eko Gulo yang mengaku warga Beji”, pungkas Ketua LSM Prabu Depok ketika berdialog via telpon dengan awak media prabunews.com.
“LSM Prabu Depok juga mengapresiasi kinerja Dewan Perwakilan Rakyat yang langsung melakukan reses di dapil BCL itu”, lanjut Abdullah.
Dikatakannya, awalnya sempat khawatir dengan kondisi banjir di Beji itu, sebab arus airnya deras dan menutupi badan jalan seperti yang saya saksikan Grup FB. Memang dari jalan Nangka ke jalan Sempu Raya Beji terdapat beberapa jalan rusak dan berlubang, minggu kemarin saya ada main di Beji dan hal itu tadi pagi dibenarkan oleh salah satu anggota LSM Prabu yang bermukim disana.
“Terkait tentang kabel semrawut, saya menghimbau kepada pihak PLN atau Telkom untuk segera merapihkan agar keresahan warga di sekitar jalan Sempu Raya dan pengendara bermotor nyaman dan juga anak-anak kecil yang sering bermain di sekitar lokasi. Dan yang lebih berbahayanya lagi ada pom mini yang mangkal tidak jauh dibawah kabel-kabel yang dimaksud”, tegas Abdullah.
Ditempat terpisah, ketika media Prabunews.com mengkonfirmasi kepada Ketua RT. 006 / 004 Ahmad Mursidi, saluran air yang sedang ditangani Satgas SDA itu sempat terganggu sejak dua bulan terakhir. “Itu kejadiannnya sudah hampir dua bulan terakhir. Namun baru tadi dari pihak Satgas SDA datang melakukan normalisasi,” kata Ahmad kepada wartawan saat ditemui di lokasi banjir kemarin itu.
Ahmad mengatakan, “Terganggunya saluran drainase itu dikarenakan salah satu bagian turap mengalami ambruk sejak dua bulan lalu. Saat terjadi hujan lebat daerah sekitar itu sering mengalami banjir. Terlebih dengan adanya sumbatan saluran drainase tersebut, air dengan mudah meluap dan menggenangi rumah sekitarnya, hal itu juga dibenarkan Asmawi warga sekitar lokasi banjir. Terkait kondisi kabel listrik di Kelurahan Beji, Kecamatan Beji Depok yang dianggap meresahkan warga. Pasalnya, kabel-kabel tersebut dibiarkan semrawut tak terurus selama hampir 5 tahun terakhir”.
“Beberapa kejadian sudah sering terjadi, misalkan kabel jatuh hingga buat warga setempat merasa tak nyaman”, lanjut Ahmad.
Kejadian tersebut menurutnya, sudah diketahui oleh pihak pengelola PLN Kota Depok. Namun, sampai sekarang belum juga dirapihkan. Yang bikin miris, dirinya bahkan dituduh warga tidak pernah melaporkan masalah itu ke petugas PLN. Padahal upaya melaporkan masalah tersebut ke pihak terkait, yakni petugas PLN, sudah berulang kali dilakukan, tapi belum ada tindak lanjutnya.
“Sebetulnya yang membuat saya sedih itu, saya selaku Ketua RT dianggap tidak pernah melaporkan masalah ini. Padahal, sudah berulang kali saya itu sowan (menghadap) ke PLN dan memang dari mereka belum ada tindak lanjutnya sama sekali bahkan kabel-kabel itu menurut petugas PLN bukan milik PLN, ya kalau bukan milik PLN lalu kabel ini milik siapa?Telkom kah”, pungkasnya.
(RG EKO)