Kota Bandung belum akan Terapkan E-Tilang

Menurut Furqon, Diskominfo saat ini memang sudah mengembangkan intelligent video analytic guna mengoptimalkan kemampuan CCTV.

Dia menyatakan, E-Tilang memang memerlukan kemampuan CCTV yang lebih canggih.

“Kalaua E-Tilang secara teknis harus disediakan CCTV yang bisa membaca nomor kendaraan dan secara sistem dibutuhkan server yang bisa menyimpan data secara masif. Kami sebagai pendukung saja,” paparnya.

Selain mempersiapkan perangkat lunak dan kemampuan CCTV yang lebih baik, Furqon menambahkan, E-Tilang juga memerlukan penempatan kamera CCTV di lokasi dan posisi yang tepat.

Baca Juga : Skema Pencairan Dana Bos dan Dana Desa

“E-Tilang sebenarnya harus melihat lokasi yang rawan dulu. Kalau pun nanti diberlakukan, ada prioritas titik rawan,” katanya.

Furqon menyebutkan, saat ini Diskominfo Kota Bandung memiliki 227 kamera yang tersebar di 88 titik di Kota Bandung.

Selain itu ada sejumlah kamera milik Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya yang juga bisa diakses oleh Diskominfo.

“Total di BCC (Bandung Command Center) sekitar 770 kamera di 358 titik. Memang kendalanya CCTV dari OPD lain juga ada yang bisa diakses secara online dari luar tapi ada juga yang hanya bisa diakses oleh komputer lokal,” tuturnya.

(Abah/iwnaruna)

Komentar ditutup.

Scroll to Top