Back to Nature, Back to Culture — WALLAGRI Kuat dan Mengakar, Pakena Gawe Rahayu, Oedjoengbroeng Buana Indung & Semangat Pelopor Pemuda Berbudaya.

Bandung | Prabunews.com — Dua puluh satu tahun perjalanan WALLAGRI memperlihatkan bagaimana gerakan masyarakat dapat berkembang dari sebuah komunitas menjadi ekosistem pemberdayaan yang bergerak di bidang lingkungan, budaya, pendidikan, sosial, olahraga hingga penguatan ekonomi masyarakat.
Milangkala WALLAGRI ke-21 Tahun 2026 menjadi momentum untuk mempertemukan seluruh perjalanan tersebut dalam satu semangat besar:
“WALLAGRI Kuat dan Mengakar, Pakena Gawe Rahayu Oedjoengbroeng Buana Indung.” Semangat tersebut diperkuat dengan tema “Back to Nature, Back to Culture” dan “Pelopor Pemuda Berbudaya.”
Bukan Sekedar Milangkala
Rangkaian Milangkala WALLAGRI ke-21 telah dimulai sejak 24 Juli 2026 melalui talk show di RKSB Maja FM Bandung, kemudian dilanjutkan dengan Jarambah Educatif & Botram pada 26 Juli, berbagai kegiatan di Alun-Alun Ujungberung pada 2 Agustus, serta kegiatan sosial pada 7 Agustus berupa Aksi Hijau & Bersih WALLAGRI, Donor Darah WALLAGRI Peduli bersama PMI Kecamatan Ujungberung, cek kesehatan gratis dan NGabako (Saresehan) Bandung Investment dan Pengembangan Wilayah Bandung Timur. Puncaknya berlangsung pada 8 Agustus 2026 melalui WALLAGRI Expo sekaligus Milad WALLAGRI ke-21 di kawasan Alun-Alun Ujungberung.


Pagelaran tersebut menghadirkan seni dan budaya, Sekolah Benjang Indonesia, Bajidoran Lingkung Seni Wangsit Enterprise, Komunitas Koesplus, bazar kuliner, pembagian sembako dll.
Kegiatan turut dihadiri Camat Ujungberung Bpk Abriwansyah Fitri, AP., S.Sos., M.AP., perwakilan Dispora Bpk.Acep Wahyu Ramdan, Komunitas Formoela, PKK kewilayahan, ormas, tokoh masyarakat, pelaku seni dan komunitas pemuda. Dukungan juga datang dari Dispora Kota Bandung, BAZNAS, PSOB, UIN dan Unisba.


- Kolaborasi sebagai Kekuatan
Ketua Panitia WALAGRI ke-21, Dawny Elang Iswanto, menilai kolaborasi menjadi kunci pelaksanaan kegiatan. Dengan target sekitar 2.000–2.500 masyarakat, ia menegaskan bahwa kegiatan WALAGRI merupakan kegiatan dari masyarakat dan untuk masyarakat.
“Ketika kita tidak berkolaborasi mungkin akan sulit dan Alhamdulillah semua unsur mendukung,” ujarnya.
Bagi Dawny, keberlanjutan WALAGRI juga sangat bergantung pada regenerasi. Ia berharap nilai budaya dan kepedulian lingkungan dapat diteruskan hingga generasi berikutnya.
- 21 Tahun Prestasi dan Pemberdayaan
Sementara itu, Ketua WALLAGRI Igun Weishaguna melihat perjalanan 21 tahun sebagai modal untuk memasuki fase baru. Dari percontohan kampung berkebun pertama di Kota Bandung pada 2012, WALLAGRI berkembang hingga meraih berbagai penghargaan dan apresiasi nasional maupun internasional.
Kini WALAGRI mendorong Sunda Polis sebagai model pemberdayaan tematik berbasis pelestarian alam dan budaya Sunda. Program yang dikembangkan mencakup hilirisasi batik khas Oedjoengbroeng, Lembur Hibar, Sekolah Benjang Indonesia dan Sapoe Jadi Patani.
Konsep tersebut diharapkan mampu menjadi bagian dari strategi masyarakat Bandung Timur dalam menghadapi urbanisasi dan perkembangan kawasan Teknopolis Gedebage.


- Mengakar pada Nilai Sunda
Pembina WALLAGRI Kang Sutrisna menekankan bahwa kekuatan utama WALLAGRI terletak pada nilai kebersamaan.
Ririungan, rereongan, reureujeungan menjadi nilai yang terus dijaga.
Menurutnya, WALLAGRI telah bertransformasi menjadi organisasi dinamis dan partisipatif dengan lebih dari 18 unit pemberdayaan tematik. Regenerasi juga dipersiapkan melalui Gen Motekar dan pembinaan kelompok pemuda.
- Oedjoengbroeng Buana Indung
Dari ketiga perspektif tersebut, terlihat satu benang merah yang kuat: WALLAGRI ingin memastikan modernisasi tidak membuat masyarakat kehilangan akar budayanya. Oedjoengbroeng dipandang bukan sekedar wilayah administratif, tetapi memiliki posisi penting dalam sejarah dan perkembangan peradaban Bandung. Karena itu, semangat “Oedjoengbroeng Buana Indung” menjadi ajakan untuk menjaga alam, budaya dan identitas kawasan secara bersama-sama.
Kang Sutrisna menyampaikan pesan:
“Pakena gawe rahayu. Hayu bersama-sama menjadi pelestari alam dan budaya Sunda.”
Sementara Igun berharap WALLAGRI tetap menjadi pelopor pelestarian alam dan budaya Sunda serta mampu mewujudkan pembangunan kawasan Sunda Polis.

Dawny menutup dengan pesan yang sederhana namun kuat:
“Ketika kita bisa menjaga lingkungan, berarti kita juga bisa menjaga Kota Bandung.”
- Pelopor Pemuda Berbudaya
Pada akhirnya, Milangkala WALLAGRI ke-21 bukan hanya perayaan ulang tahun sebuah organisasi. Ia menjadi ruang perjumpaan pemerintah, komunitas, pemuda, pelaku seni, masyarakat dan berbagai lembaga untuk memperkuat kolaborasi.
Semangat “Pelopor Pemuda Berbudaya” menjadi penting karena masa depan budaya tidak cukup hanya diwariskan, tetapi harus dihidupkan oleh generasi berikutnya.
Dengan semangat “Back to Nature, Back to Culture”, WALLAGRI menegaskan bahwa menjaga alam dan budaya bukanlah langkah untuk kembali ke masa lalu, melainkan cara untuk memastikan masyarakat memiliki identitas yang kuat ketika menghadapi masa depan.