
BANDUNG | PRABUNEWS.COM – Sebanyak 120 ibu-ibu dari Daerah Pemilihan (Dapil) 7 Kota Bandung mendapatkan pelatihan keterampilan tata boga selama 10 hari di LPP Ariyanti, Senin (21/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari reses anggota DPRD Kota Bandung, Dr. Ir. H. Juniarso Ridwan, S.H., M.H., M.Si., yang dikemas melalui program pelatihan catering. Program ini juga merupakan bagian dari Pelatihan dan Produktivitas Tenaga Kerja Tahun 2026 yang dilaksanakan Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung.
Bagi para peserta, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi kesempatan untuk belajar memasak. Lebih jauh, keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bekal untuk memasuki dunia kerja maupun membuka usaha secara mandiri.
Juniarso dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan pentingnya agar keterampilan yang sudah diperoleh tidak berhenti setelah pelatihan selesai.
Pesannya kepada warga sederhana, keterampilan yang didapat harus bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan sesuatu yang bernilai ekonomi.
Dari Pelatihan Menuju Penghasilan
Selama mengikuti pelatihan, peserta tidak hanya mendapatkan materi teori, tetapi juga menjalani praktik membuat berbagai jenis hidangan yang biasa digunakan dalam usaha catering.
Direktur LPP Ariyanti, Ishviastuti Oskar, S.E., mengatakan pihaknya berperan dalam menyediakan tempat pelatihan sekaligus mempersiapkan tenaga instruktur yang memenuhi persyaratan kompetensi dan metodologi pembelajaran.
“Kewenangan kami menyediakan tempatnya, mempersiapkan instruktur yang tentunya memiliki spesifikasi persyaratan. Teknisnya harus punya metodologinya harus punya dan bahan habis pakai. Kalau yang lainnya event organizer yang menangani,” ujar Ishviastuti.
Ia didampingi Manager Operasional LPP Ariyanti Rd. Hendra Sukmana, A.Md., serta Marketing Komunikasi Rd. Muhamad Maulirizky, S.Ikom.
Menurut pihak LPP Ariyanti, materi pelatihan dibuat dengan pendekatan praktik agar peserta dapat langsung menerapkan keterampilan yang diperoleh setelah program berakhir.
Keterampilan tersebut dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi usaha rumahan, jasa catering ataupun menjadi bekal bekerja di sektor kuliner.

Juniarso Cicipi Masakan Peserta
Dalam kunjungannya ke lokasi pelatihan, Juniarso Ridwan turut mencicipi hasil masakan yang dibuat oleh para peserta.
Pihak LPP Ariyanti menyebut Juniarso memberikan apresiasi terhadap hasil praktik peserta. Ia juga mendorong warga agar mulai menentukan langkah setelah pelatihan berakhir, apakah menggunakan keterampilan tersebut untuk mencari pekerjaan atau mengembangkannya menjadi usaha.
Selain kemampuan memasak, peserta juga diperkenalkan dengan aspek pendukung usaha, salah satunya mengenai Nomor Induk Berusaha (NIB).
Hal tersebut menjadi penting agar masyarakat yang nantinya memilih mengembangkan usaha kuliner memiliki pemahaman mengenai legalitas dasar kegiatan usaha.
“Pelatihan sekarang bisa menjadi bekal untuk mereka dalam menghasilkan uang, jadi tidak terlalu sulit dalam mengaplikasikan hasil pelatihan,” demikian disampaikan pihak LPP Ariyanti.
Reses yang Diharapkan Berdampak
Juniarso Ridwan merupakan anggota DPRD Kota Bandung dari Partai Golkar yang terpilih dari Dapil 7 pada Pemilu 2024 dengan perolehan 22.129 suara sah. Dapil 7 Kota Bandung memiliki alokasi delapan kursi.
Melalui kegiatan tersebut, aspirasi masyarakat tidak hanya diarahkan pada penyampaian kebutuhan, tetapi juga diwujudkan dalam bentuk kegiatan peningkatan keterampilan.
Program pelatihan selama 10 hari itu diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih panjang bagi peserta setelah kegiatan berakhir.
Sementara itu, LPP Ariyanti sendiri memiliki pengalaman panjang dalam bidang pendidikan dan pelatihan. Berdasarkan profil resminya, lembaga tersebut berada di bawah Yayasan Pendidikan Ariyanti yang berdiri sejak 4 Desember 1968.
LPP Ariyanti juga memiliki bidang pendidikan Tata Boga, selain sejumlah program lainnya seperti perhotelan dan administrasi perkantoran.

Keterampilan Harus Berujung Produktivitas
Penguatan keterampilan tenaga kerja menjadi salah satu bagian dari program pelatihan vokasi pada 2026.
BBPVP Bandung sebelumnya menyebut pelatihan tahun 2026 diarahkan untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing sumber daya manusia melalui pelatihan berbasis kompetensi serta pembelajaran berbasis proyek.
Di Kota Bandung, Dinas Ketenagakerjaan melalui bidang yang menangani pelatihan dan produktivitas juga memiliki fungsi dalam koordinasi kebijakan, pelaksanaan, evaluasi serta pelaporan di bidang pelatihan dan produktivitas kerja.
Karena itu, pelatihan catering bagi 120 warga tersebut tidak hanya berbicara mengenai kemampuan mengolah makanan. Ada harapan agar keterampilan tersebut dapat menjadi modal produktif bagi peserta.
Ishviastuti menilai program pelatihan seperti ini perlu terus dipertahankan sekaligus dievaluasi agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.
Pada akhirnya, keberhasilan pelatihan bukan hanya diukur dari selesainya program selama 10 hari atau diterimanya sertifikat. Ukuran yang lebih penting adalah ketika keterampilan yang diperoleh benar-benar mampu membuka peluang kerja, melahirkan usaha baru dan menambah sumber penghasilan bagi keluarga.**(rei)