“Rendah hati dan berpikir jernih bisa mengontrol diri seorang lurah. Jangan sampai sebuah jabatan bertindak sewenang wenang kepada masyarakat. Baik atau tidaknya seorang lurah itu relatif, karena masyarakat yang menilai, ” ujar Yayan.
Salah satu peserta, Lurah Kelurahan Caringin, Farhan mengapresiasi dengan adanya kajian Berkah Subuh ini.

Farhan mengakui pertemuan yang terbilang langka ini merupakan momentum yang berharga dalam bertukar pikiran dengan orang nomor 1 di Kota Bandung.
Baca juga : Sekda Soal Pendidikan di Jabar: Manfaatkan Teknologi Digital untuk Kembangkan Potensi Anak
“Saya menjadi termotivasi setelah menghadiri kajian berkah Subuh tadi. Pengalaman wali kota dengan saya memang terbilang jauh. Saya mulai terbuka agar selalu ‘open minded’, dengan berfikir visioner dan selalu rendah hati,” akunya.
Pada Berkah Subuh kali ini lurah yang diundang yaitu Lurah Pasir Layung, Balonggede, Cibadak, Sukaasih, Sukahaji, Sadang Serang, Caringin, Cigondewah Kaler, Cisaranten Kulon, Jatisari, Sukamulya, Karang Pamulang, Cipedes, Pamoyanan, dan Lurah Kebon Jeruk.
(iwnaruna /Abah)