Orang Kaya Korut Santap Daging Anjing Ditengah Ancaman Kelaparan


Prabunews.com
 – Korea Utara dikabarkan mengalami kekurangan pangan akibat gagal panen serta larangan impor yang dilakukan sejak pandemi Covid-19 melanda.

Harga bahan pangan seperti beras, jagung, dan terus disebut terus mengalami kenaikan harga.

“Warga frustrasi karena mereka menderita,” kata seorang sumber dengan syarat anonimitas untuk alasan keamanan kepada Radio Free Asia (RFA).

Sementara pejabat tinggi dan warga kelas atas justru bisa menikmati daging anjing. Yakni salah satu hidangan yang paling mahal di negara itu.

Harga daging anjing sendiri dua kali lipat dari harga daging babi.

“Mereka hanya mengurus diri mereka sendiri,” katanya lagi.

Hal tersebut melihat dari ramainya restoran daging anjing paling popular di Chongjun serta tempat lainnya selama musim panas.

Menurut sumber anonim itu, pelanggan yang datang ke restoran merupakan kalangan militer serta pejabat Partai Buruh yang berkuasa.

Hal serupa juga dikatakan seorang sumber lain dari Kabupaten Uiju, Provinsi Pyongan Utara. Bahwa, banyak kaum elit yang mengonsumsi daging anjing termasuk aparat Kementrian Keamanan Negara dan penegak hukum.

Meski tak umum dikonsumsi, daging anjing dianggap sebagai makanan lezat musim panas oleh beberapa orang. Tak hanya itu, daging anjing disebut berkhasiat untuk pengobatan dan penambah kenjantanan.

Sebagai informasi, daging anjing memang tersedia di restoring-restoran di Korea Utara maupun Selatan.

Pada 2018, pengadilan Korea Selatan memutuskan membunuh anjing untuk diambil dagingnya adalah legal.

Kendati demikian, legalitas perdagangan daging anjing masih dipertanyakan di Seoul. Pasalnya, UU tersebut tidak secara gamblang melarang penjualan atau makan daging tersebut.

 

Scroll to Top