Bandung, Prabunews.com – Disdik Kota Bandung sosialisasikan perpaduan peningkatan mutu peserta didik dan grand parenting komite sekolah dengan pihak eksternal dalam rangka mensukseskan pembelajaran pada masa pandemi COVID-19 di Fave Hotel Jalan Pasirkaliki Rabu-Kamis (13-14/10/2021).
Dalam sambutannya Kepala Disdik Kota Bandung Drs.H.Hikmat Ginanjar, M.Si menyatakan bahwa paradigma pendidikan sekarang yaitu membangun profesionalisme PTK dalam mewujudkan profil Pelajar Pancasila dengan membentuk sekolah penggerak sebagai dasar mencapai tujuan, guna membentuk pelajar yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
Mas Menteri pun saat ini mencanangkan paradigma dengan grand design merdeka belajar, dengan tuntutan para siswa dituntut untuk kreatif, inovatif dan suasana yang menyenangkan dalam pembelajaran. Konsep utama saat ini siswa bukan untuk siap belajar tetapi dikondisikan siap untuk bekerja dan menempatkan semua siswa sebagai anak yang memiliki potensi yang sama. Hikmat menyatakan bahwa tujuan dari pendidikan yang telah dicanangkan akan terwujud apabila ada sinergisitas sub sistem yang bisa memecahkan masalah di sekolah bukan pembuat masalah, kreatif dan inovatif, komunikatif serta selalu berkolaborasi dengan sub sistem yang lainnya dalam satuan pendidikan.
Pada kesempatan yang sama narasumber Pathah Pajar Mubarok, M.Pd sebagai Koordinator Program Pandawa (Parenting Digital Kanggo Warga), memaparkan program grand parenting komite sekolah. Pathah memaparkan Tri Pusat pendidikan yang diutarakan Ki Hajar Dewantara yaitu sekolah, masyarakat dan keluarga. Dalam hal ini pondasi dasar atau madrasah pertama yaitu dikeluarga yang akan menjadi bekal dalam pergaulannya. Ketiga unsur harus ada korelasi dan sinkronisasi sehingga bisa bersinergi.
Pada saat Pandemi COVID-19 seharusnya hubungan baik di keluarga semakin meningkat karena pembelajaran dilaksanakan secara online, tetapi pada kenyataannya hal itu sulit direalisasikan karena justeru masih ada kejadian kekerasan dalam keluarga.
Pathah memaparkan dari hasil survey yang dilakukan oleh Solehudin tahun 2003, 70% permasalahan pada siswa bermula dari keluarga, kemudian anak akan selalu dianggap bermasalah oleh keluarga yang selalu bermasalah.
Dalam kesempatan ini mengharapkan komite mampu menumbuhkan dan mengelola potensi anak, serta komite sekolah mempunyai model parenting yang tepat sesuai dengan perannya di sekolah, tutur Pathah.
Faktor yang mempengaruhi pembentukan parenting diantaranya : pengalaman orang tua, lingkungan sekitar, harapan dan praktek dari orang tua, kepercayaan yang ditransfer dari budaya global dan ketersediaan dukungan.
Lebih lanjut Pathah memaparkan harapan dari parenting, diantaranya : meningkatkan hubungan baik antara orang tua dan anak, meningkatkan kemampuan anak sesuai harapan orang tua, meningkatkan kemampuan orang tua dan perkembangan anak, memperkecil pola pengasuhan anak yang negatif, menghasilkan visi kognitif yang lebih baik, mengurangi kenakalan anak, prestasi belajar yang lebih baik dan terbentuknya kesehatan mental yang lebih baik. Jadi pada intinya parenting itu adalah program edukasi pengasuhan yang bisa dilaksanakan dengan berbagai cara, pungkas Pathah.
Nara sumber lainnya Dr.Nike Kamarubiani, M.Pd, memaparkan konsep kemitraan komite dengan eksternal, implementasi program kemitraan komite sekolah dengan pihak eksternal, kemudian memaparkan jejaring peta konsep kemitraan dengan pihak eksternal guna mendukung keberhasilan pembinaan dan penguatan karakter peserta didik.
Program kemitraan adalah hal yang sangat penting agar kekompakan antara komite sekolah dan kepala sekolah bisa terjalin, sehingga program yang akan dijalankan dan direncanakan bisa berjalan dengan angka partisipasi serta hasil yang sesuai dengan harapan, pungkas Dr.Nike.
(Dadan Sambas)