Bandung, Prabunews.com – Sebagai sebuah bentuk apresiasi bagi masyarakat tuli, Museum Geologi Bandung menyelenggarakan event Peringatan Hari Bahasa Isyarat Internasional (HBII) 2025 (27/9).
Event HBII 2025 kali ini mengangkat tema ” Tidak ada hak azasi manusia tanpa bahasa isyarat “.
Rd.Isnu Hadjar Dewantara Kepala Museum Geologi mengatakan dalam sambutannya bahwa kegiatan Peringatan HBII 2025 ini menjadi event yang sangat penting.Hal ini sebagai bukti nyata komitmen kita sebagai bagian dari pelayanan publik yang prima termasuk pelayanan bagi masyarakat tuli.

Pada kesempatan ini sebagai sebuah apresiasi bagi masyarakat tuli kami membuka ruang pamer baru tentang koleksi batuan dan dipersembahkan bagi masyarakat tuli, tegas Isnu
Isnu Hadjar menambahkan bahwa kesadaran untuk mensupport kehadiran masyarakat tuli sudah berjalan 3 tahun dan ini sebagai upaya model layanan prima bagi disabilitas termasuk dengan hadirnya sarana lain bagi masyarakat difabel serta tentunya layanan prima yang sama bagi seluruh lapisan masyarakat.
Hadir dalam kegiatan ini diantaranya,
Ketua PUSBISINDO Pusat, Kesumo Yoga Prawira, Koordinator Pengawas Pendidikan Khusus dan Pendidikan layanan khusus, Dr. Deded Koswara,M.M.Pd

Serta narasumber kegiatan diantaranya dari Indonesia Deaf-Hard of Hearing Law & Advocacy (IDHOLA), Andi Kasri Unru, Siti Rodiah dari DPD GERKATIN Kepemudaan Pusat, Kepala Dinas Sosial Kota Cimahi, Drs. Ahmad Saefulloh,M.M, Kepala Prodi Pendidikan Luar Biasa FKIP, Dr. Emay Mastiani, S.Pd., Pengurus DPD dan DPOD GERKATIN Provinsi Jawa Barat, Pengurus DPC GERKATIN di wilayah Provinsi Jawa Barat, Kepala Sekolah Luar Biasa dan Ketua Yayasan Sosial
Peserta dari kegiatan ini meliputi masyarakat Umum serta masyarakat Tuli dan Dengar.(Kang Amat)