Bandung, Prabunews.com – Disebagian kebijakan yang telah dihimbau oleh pemerintah sehubungan dengan adanya pandemi covid-19 berupa pembatasan aktifitas, sejatinya akan semakin meminimalisir ruang gerak masyarakat yang secara tidak langsung membatasi juga kebiasaan nyampah yang kurang baik.

Terutama budaya nyampah yang selalu menjadi masalah bagi sebagian besar jalur air baik sungai maupun anak sungai atau saluran air perkotaan.
Namun hal itu menjadi pemandangan yang sangat sulit diabadikan mengingat potret rendahnya mental dari sebagian warga kota ini masih selalu terlihat.
Sudah berapa tulisan berita yang memaparkan kondisi sungai, ambil contoh saluran sungai yang berlokasi di jalan Peta, yang selalu nyaris susah bersih dari sampah.
Dan kejadian itu selalu terulang seperti yang terlihat manakala beberapa petugas DPU Kota Bandung membersihkan saluran itu pada hari Selasa kemarin (20/4).
Baca juga : Kumpulan Ucapan dan Kata Mutiara Peringatan Hari Kartini 2020, Pas untuk Status di Medsos dan Dikirim via WA
Ini merupakan sebuah kesimpulan dari seberapa kuat sebuah program pengelolaan sampah warga yang diedukasikan dan disosialisasikan kepada masyarakat.

Bukti yang tidak bisa disangkal bahwa evaluasi itu menjadi bagian penting dari semua kinergi realisasi program.Melalui evaluasi bisa di simpulkan, pada bagian mana sebuah sistem menghadapi kendala di lapangan.
Didi Ruswandi, KadisPU Kota Bandung mengatakan pihaknya sudah kehabisan kata-kata untuk menyimpulkan beberapa pernyataan tentang selalu banyaknya sampah yang membebani saluran-saluran air, sementara upaya pengerukanpun seperti menjadi sebuah remedial yang harus diulang-ulang.
Ini menjadi tidak baik karena energi para pekerja selalu terfokus pada sebuah titik permasalahan yang terulang, padahal energi itu sejatinya bisa dimanfaatkan untuk memberikan pelayanan kinerja di lokasi dan penanganan yang berbeda, ungkap Didi Ruswandi.
Memang menjadi miris pada saat kita selalu mendapatkan kondisi saluran-saluran air selalu dipenuhi oleh sampah, karena pada kenyataannya manakala hujan besar, tumpukan sampah yang memadati dan menghambat saluran air itu tetap secara teori akan menjadi penyumbang limpahan air kepermukaan atau dengan istilah populer dinamakan Banjir.

Satu hal yang keren, manakala banjir datang sebagian warga teriak mencari pembenaran dan menyudutkan kinerja pemerintah.Padahal berapa lama para petugas lapangan harus berjibaku dengan sampah yang notabene merupakan bagian dari bukti nyata kurang pedulinya sebagian warga kota ini.
Saatnya semua skpd untuk bersinergi, karena masalah lingkungan merupakan garapan kinerja yang lintas sektor, DLHK, DPU, DPKP3 dan Kewilayahan tentunya.
(Kang Amat)