Prabunews.com – Belakangan ini, infeksi human immunodeficiency virus (HIV) menjadi bahan perbincangan. Topik itu muncul usai adanya kabar tentang ratusan mahasiswa Bandung, Jawa Barat, yang terdeteksi positif HIV.
Dari total 5.943 kasus, sebanyak 414 merupakan mahasiswa Bandung positif HIV. Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Bandung menyebut penyakit ini banyak dialami mereka yang masih berusia 20-29 tahun.
Apa itu HIV?
HIV merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Hal ini membuat orang dengan HIV rentan terhadap penyakit infeksi lain.
Awalnya virus ini berasal dari hewan, yakni sejenis simpanse yang ada di Afrika Tengah. Hasil studi menunjukan bahwa HIV menyebar dari simpanse ke manusia sejak 1800-an lalu.
HIV pada dasarnya merupakan penyakit infeksi menular seksual (IMS). Penyakit ini dapat ditularkan dari orang ke orang melalui kontak dengan darah serta cairan dari tubuh pasien yang terinfeksi.
Penularan HIV umumnya terjadi melalui hubungan seks tanpa kondom, kebiasaan berbagi jarum suntik, transfusi darah.
Mengutip Mayo Clinic, HIV juga dapat menyebar dari ibu ke anak selama kehamilan, persalinan hingga menyusui.
Melansir CDC, belum ada obat yang sangat efektif untuk bisa menyembuhkan HIV. Penyakit ini akan ada dalam tubuh pasien seumur hidup begitu orang tersebut terinfeksi. Tetapi dengan perawatan medis yang tepat, HIV dapat dikendalikan.
Namun, virus ini akan berkembang menjadi AIDS (acquired immunodeficiency syndrome) jika tidak diobati.
Gejala Awal HIV
Mulanya, tubuh akan berusaha menciptakan antibodi untuk melawan virus saat tahap awal infeksi. Di fase ini, biasanya berbagai gejala muncul.
Melansi Healthline, sekitar 66-80 persen orang dengan HIV akan mengalami gejala awal seperti flu. Sementara gejala umumnya akan muncul dua hingga empat pekan setelah penularan.
Berikut beberapa gejala itu:
- demam,
- pembengkakan kelenjar getah bening,
- kelelahan,
- ruam,
- sakit tenggorokan,
- nyeri sendi,
- diare,
- sakit kepala.
Sementara beberapa gejala awal HIV lainnya, yaitu:
- sariawan,
- luka di alat kelamin,
- mual dan muntah,
- keringat malam.
Bagaimana HIV menjadi AIDS?
HIV dapat berkembang menjadi AIDS. Proses dari HIV menjadi AIDS memerlukan waktu paling lama 8 hingga 10 tahun. Hal ini bisa terjadi apabila pasien HIV sama sekali tidak diobati.
HIV sebagai penyebab AIDS akan mengakibatkan orang yang terinfeksi mengalami penurunan sel CD4.
CD4 adalah bagian dari sistem imun yang berfungsi untuk mengaktifkan sel imun, seperti limfosit B, untuk melawan infeksi. HIV akan masuk ke dalam CD4 yang kemudian bereplikasi hingga akhirnya menghancurkan CD4 dari dalam.
Hal itu akan terus terjadi hingga titik dimana tubuh tidak cukup cepat dalam memproduksi CD4 untuk melawan HIV. Pada titik inilah pasien memasuki tahap ketiga, yaitu AIDS.
AIDS adalah bentuk infeksi HIV yang paling parah dan ditandai dengan beberapa infeksi oportunistik. Ketika AIDS terjadi, sistem kekebalan tubuh sudah rusak parah. Pasien AIDS biasanya bertahan sekitar tiga tahun jika tanpa perawatan.
Kendati demikian, pengobatan yang dilakukan secara terus menerus bisa meminimalisir risiko berkembangnya HIV menjadi AIDS.