Sumedang, Prabunews.com – Sebelum terjadinya wabah Covid-19 melanda, obyek wisata Desa Cipanas Kecamatan Tanjungkerta Kabupaten Sumedang Provinsi Jawa Barat merupakan salah satu aset obyek wisata yang menjanjikan di Kabupaten Sumedang, dibuktikan dengan banyaknya minat masyarakat baik pribumi maupun dari luar daerah yang datang berkunjung.
Bahkan menjadi daya tarik tersendiri bagi pemerintah Kabupaten, sehingga Bupati Sumedangpun menyempatkan datang serta memberikan dukungan, beberapa waktu lalu sebelum terjadi wabah corona.
Namun sayang disaat lonjakan pengunjung terus meningkat, wabah Covid-19 datang sehingga keluarlah peraturan-peraturan pemerintah yang menghentikan dulu tempat-tempat wisata, yang tujuannya untuk mencegah penyebaran wabah tersebut.
Kendati demikian Rencana pengembangan nya tidak terpengaruh oleh pandemi tersebut karena dengan melihat potensi yang ada di Desa Cipanas, Obyek Wisata adalah salah satu aset yang dapat menghasilkan pendapatan desa, diharapkan dengan adanya obyek wisata tersebut Pendapatan Asli Desa Cipanas akan meningkat selain itu juga diharapkan bisa membuka lapangan kerja bagi warga masyarakat untuk meningkatkan taraf ekonominya.
Demikian dikatakan kepala Desa Cipanas Mohamad Asep Lantipan saat ditemui Prabunews di ruang kerjanya, (sabtu 12/6). Selanjunya diceritakan Asep bahwa obyek wisata di Desa Cipanas berawal dari ide pemuda-pemuda yang tergabung dalam karang taruna, yang ingin mengalihkan kebiasaan anak-anak yang nampak kesehariannya hanya main Gadget yang cenderung berpengaruh buruk terhadap kondisi anak.
Maka dibuatlah semacam River Tubing dengan memanfaatkan selokan yang mengalir di pinggir jalan desa.
”Setelah melihat adanya ketertarikan anak-anak maka obyek tersebut dibenahi secantik mungkin dengan dukungan pihak desa, sehingga bisa menarik minat pengunjung, selain itu untuk menambah nuansa alam maka kami membuat obyek wisata lain diantaranya, taman hutan yang dilengkapi tempat poto-poto serta tempat kamping mini” terangnya.
“Untuk obyek wisata ini rencana pengembangannya sudah menjadi prioritas pihak pemerintah desa dan akan berfokus tetap di sepanjang jalan desa, karena jalan desa ini jalan hidup setiap harinya tak pernah sepi sehingga tidak perlu banyak promosi untuk diketahui pengunjung. Tetapi dengan sendirinya akan dilihat dan dibicarakan banyak orang terutama yang sering melintas jalan tersebut. Mudah-mudahan saja musibah yang yang melanda negeri ini cepat berlalu agar semua bisa beraktifitas kembali secara normal termasuk obyek wisata ini bisa segera dibuka kembali” pungkasnya.
(end)