Direktur RSUD Cikalongwetan, dr Ridwan Abdulah Putra membenarkan, obat-obatan habis di RSUD Cikalongwetan.
“Ya begitulah kita namanya rumah sakit sekelas UPT (Unit Pelaksana Teknis),” kata Ridwan.
Ridwan mengakui, habisnya obat-obatan di rumah sakit yang dipimpinnya lantaran belum turunnya anggaran di DPA dinas. “Kami bisa apa hanya bisa mengelus dada saja. Pinginnya lumpat ya itu kesandung batu,” tuturnya.
Baca juga : Sekda Soal Pendidikan di Jabar: Manfaatkan Teknologi Digital untuk Kembangkan Potensi Anak
Anggaran murni 2021 yang belum turun menjadi hambatan juga oprasional untuk RSUD Cikalongwetan. Di antaranya, bahan habis pakai, obat-obatan, reginsial juga alat-alat kebersihan. “Kami memanfaatkan yang ada-ada saja kalau tidak ada mau bagaimana lagi. Beberapa pasien jika tidak tersedia (obat-obatan) pasti kita rujuk,” tuturnya.