Prabunews.com – Vaksin covid-19 BUMN yang merupakan kerja sama PT Bio Farma (Persero) dengan Baylor College of Medicine masih dalam tahap persiapan menuju uji klinik fase 1.
Hal itu Sekretaris Utama BPOM 1, Gusti Ngurah Bagus Kusuma Dewa ungkapkan dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi IX DPR, Senin (14/2/2022).
“Bentuk desk konsul uji nonklinik, dan untuk penyiapan protokol uji klinik fase,” ucapnya.
Sejauh ini, lanjut Gusti, BPOM telah melakukan pembinaan berupa pemenuhan standar dan persyaratan untuk menghasilan obat dan vaksin yang aman, berkhasiat dan bermutu.
Kemudian produksi vaksin dari fasilitas industri farmasi yang memenuhi persyaratan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dengan standar internasional.
Dengan pendampingan dari BPOM, Gusti berharap, pengembangan vaksin dalam negeri dapat terus berkelanjutan, sehingga nantinya seluruh masyarakat yang sudah sesuai dengan syarat dan ketentuan penerima vaksin dapat segera mendapatkan imunitas.
“Sementara untuk penyiapan fasilitas produksi, telah melakukan sertifikasi CPOB dan fasilitas terkait telah mendapatkan persetujuan produksi uji klinik 1 atau 2,” tambah Gusti.
Sementara itu, Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Airlangga Hartarto sebelumnya menyebut pemerintah telah menyiapkan sejumlah skema pemberian vaksinasi virus covid-19 dosis ketiga (booster), salah satunya vaksin dari BUMN.
Sama halnya dengan Pusat Riset Biologi Molekuler (PRBM), Ejikman sebelumnya juga sempat mengkonfirmasi, vaksin produksi dalam negeri yang paling cepat progresnya adalah vaksin Merah Putih Universitas Airlangga dan juga vaksin BUMN, yakni kerja sama dengan Baylor College.