Bandung, Prabunews.com – AKM (Assesmen Kemampuan Minimal) dan SK (Survey Karakter) untuk guru, Rabu, 26 Februari 2020 secara serentak dilaksanakan di kota Bandung Jawa Barat dan bersifat wajib.

Seperti yang terlihat di SMPN 39 dan SMPN 55 Kota Bandung.Para Guru yang menjadi peserta tes sudah siap menghadapi tes tersebut dengan tenang.
Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa Pelaksanaan AKM dan SK pada hari ini menjadi salah satu diantara empat kebijakan program merdeka belajar Mendikbud Nadiem Makarim.
Baca juga : Positif Kena Corona, 2 Orang Indonesia Dirawat Di Wilayah RI
Adapun 4 kebijakan tersebut adalah Ada empat pokok kebijakan baru Kemendikbud RI, yaitu:
- Ujian Nasional(UN) akan digantikan dalam bentuk Asesmen Kompetensi Minimum, dan survei karakter. Asesmen ini menekankan pada kemampuan penalaran literasi dan numerik didasarkan pada praktik terbaik tes PISA. Berbeda dengan UN yang dilaksanakan di akhir jenjang pendidikan, asesmen ini akan dilaksanakan di kelas 4, 8, dan 11. Hasilnya diharapkan menjadi masukan bagi sekolah untuk memperbaiki proses pembelajaran selanjutnya sebelum peserta didik menyelesaikan pendidikannya.
- Ujian Sekolah Berstandar Nasional(USBN) akan diserahkan ke sekolah. Menurut Kemendikbud, sekolah diberikan keleluasaan dalam menentukan bentuk penilaian seperti portofolio, karya tulis, atau bentuk penugasan lainnya.
- Penyederhanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran(RPP). Menurut Nadiem Makarim, RPP cukup dibuat satu halaman. Melalui penyederhanaan administrasi, diharapkan waktu guru dalam pembuatan administrasi dapat dialihkan untuk kegiatan belajar dan peningkatan kompetensi.
- Mekanisme penerimaan peserta didik baru(PPDB) sistem zonasi diperluas. (tidak termasuk daerah 3T). Bagi peserta didik yang melalui jalur afirmasi dan prestasi diberikan kesempatan yang lebih banyak dari sistem PPDB sebelumnya. Pemerintah daerah diberikan kewenangan secara teknis untuk menentukan daerah zonasi ini.
AKM dan SK sebagai pengganti UNBK pada tahun depan dilaksanakan termasuk untuk siswa kelas VIII SMP. Namun timbul kekhawatiran di kalangan guru ketika menghadapi soal-soal AKM dan SK nanti mengingat ini merupakan hal yang baru.