Prabunews.com – Saat ini status penyakit monkey pox atau cacar monyet tengah dipertimbangkan sebagai darurat Kesehatan global. Hal ini mengingat kasus infeksi cacar monyet yang ditemukan di puluhan negara.
Atas hal itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengadakan rapat khusus untuk memutuskan status penyakit tersebut.
Menurut data WHO, terdapat ribuan kasus infeksi cacar monyet di seluruh dunia.
Apabila ditetapkan sebagai darurat kesehatan global, maka penyebaran penyakit ini dianggap sebagai “peristiwa luar biasa” dengan risiko penularan tinggi.
“Wabah itu tidak biasa dan mengkhawatirkan,” kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengutip Fox.
Sebagai informasi, wabah cacar monyet sudah terjadi di Afrika selama beberapa dekade terakhir, dengan tingkat kematian hingga 10 persen dari yang terinfeksi.
Sementara di luar Afrika, tidak ditemukan adanya laporan kasus kematian. Para ilmuwan juga belum menemukan perubahan genetik besar dari virus cacar monyet antar negara.
Di Amerika Serikat, kasus cacar monyet telah lebih dari 150, data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC).
Keputusan WHO ini muncul kurang dari seminggu setelah adanya laporan untuk mengganti nama penyakit ini oleh 30 ilmuwan internasional.
Baca Juga: WHO Akan Ubah Nama Virus Cacar Monyet, Hindari Rasisme
Penularan cacar monyet
Sebagian besar kasus cacar monyet baru terlihat pada pria gay atau biseksual. Namun, para ahli memperingatkan bahwa siapa pun bisa berpotensi terinfeksi.
Biasanya, orang terinfeksi virus cacar monyet setelah terjadi kontak dengan kulit atau cairan tubuh hewan maupun manusia yang terinfeksi.
Beberapa gejalanya, seperti demam, menggigil, ruam dan nyeri, hingga akhirnya berkembang lesi di kulit.
Baca selengkapnya:
Selengkapnya: Penjelasan WHO Terkait Penularan Cacar Monyet