Greenland dan Iceland: Nama Yang Tertukar

Tahukah anda? Bahwa sebenarnya, Greenland yang jika diterjemahkan mempunyai arti “daratan hijau” ternyata sebagian besar wilayahnya malah diselimuti es dan salju. Sebaliknya, daratan hijau justru berada di Iceland.

Bingung kan?

Iceland

Iceland atau Islandia, pertama kali ditemukan oleh salah satu bangsa Viking,  Floki Vilgerdarson, pada saat ia sedang mencari tempat tinggal baru bersama gerombolannya. Saat pertama kali tiba, ia sangat puas karena wilayah tersebut terasa hangat dan dipenuhi oleh tumbuhan hijau. Tak berselang lama, wilayah tersebut ditimpa musim dingin yang ekstrem. Menunggu musim semi kembali, ia pergi ke gunung. Di sana, Floki melihat hamparan gletser dan tumpukan es yang tebal dan berat. Dari situlah ia memberi nama wilayah tersebut dengan Iceland karena berpikir bahwa wilayah temuannya dipenuhi oleh hamparan es. Padahal wilayah tersebut aslinya dipenuhi oleh daratan hijau.

Greenland

Greenland, pertama kali ditemukan oleh Erik The Red. Didasari oleh dendamnya terhadap orang-orang Islandia yang telah mengasingkannya, ia membawa orang-orang Islandia ke tempat yang diselimuti es yang berhasil ia temukan pada saat pengasingan nya. Orang-orang Islandia itu mau mengikuti Erik, karena Erik menyebarkan hoax kepada warga, dengan mengatakan bahwa tempat yang ia tinggali pada saat pengasingannya itu, merupakan daratan hijau yang hangat dan nyaman. Ia juga menyebut tempat tersebut dengan Greenland agar warga makin tertarik.

Jadi, seperti itulah ceritanya. Greenland, yang wilayahnya diselimuti oleh salju, dinamai oleh seorang yang menyebarkan hoax kepada warga Islandia dengan mengatakan bahwa, pulau tersebut  penuh dengan daratan yang hijau dan hangat. sementara Islandia dinamai oleh seorang yang salah mengira bahwa keseluruhan pulau tersebut hanya diselimuti oleh es dan salju.

Scroll to Top