Menyusul Minyak Goreng, Harga Sabun Ikut Naik

Prabunews.com – Setelah harga minyak goreng naik, kini harga sabun dan detergen pun ikut naik. Para pedagang di pasar tradisional pun mengeluhkan hal itu.

Menurut para penjual, harga detergen saat ini yang sebelumnya Rp. 18.000, kini naik menjadi Rp. 22.000. sedangkan sabun mandi yang awalnya dengan harga Rp. 13.000-Rp. 32.000, menjadi Rp. 16.500-Rp. 36.000.

Sama halnya dengan produk sabun, harga sabun batang dan cair dari merek Lifebuoy, serta sabun colek mengalami kenaikan cukup tinggi.

Imbas dari kenaikan beberapa produk oleokimia, salah satu pedagang menyebut banyak muncul protes dari pembeli dan berdampak pada penurunan omzet yang dia terima setiap harinya. Penurunannya bisa mencapai 50 persen.

Naiknya harga sabun dan detergen diperkirakan mengikuti harga minyak yang naik drastis, karena sama-sama produk hilirisasi atau turunan dari kelapa sawit.

Adapun pemerintah telah menetapkan Domestic Price Obligation (DPO) untuk produk olein sebesar Rp 10.300 per liter, sedangkan Crude Palm Oil (CPO) seharga Rp 9.300 per liter sejak 27 Januari 2022. Namun, kenaikan harga sabun tidak berkaitan dengan kebijakan tersebut.

Kendati demikian,  para pengusaha menganggap kenaikan harga sabun dan detergen merupakan hal yang wajar.

Ketua Umum Asosiasi Produsen Oleochemicals Indonesia (APOLIN), Rapolo Hutabarat, menjelaskan penyebab kenaikan harga sabun dan detergen wajar karena semua kebutuhan pokok di Indonesia juga sedang naik.

“LPG juga naik Rp 25.000 per tabung, bahan-bahan tekstil juga naik, jadi adalah hal yang wajar menurut saya karena komoditi sabun atau detergen pun di pasar global juga mengalami kenaikan, karena biaya produksi juga meningkat,” jelas Rapolo, Rabu (2/2/2022) mengutip kumparan.

Rapolo juga menegaskan kenaikan komoditas oleochemical itu tidak berkaitan dengan kebijakan DPO maupun Domestic Market Obligation (DMO) atau kewajiban pemenuhan produksi dalam negeri kelapa sawit oleh produsen sebesar 20 persen.

Scroll to Top