Percepatan Vaksin Tidak Akan Optimal Apabila Vaksinnya Tidak Ada Dan Prosedur Yang Sulit Serta Panjang Untuk Adakan Vaksinasi

Cimahi, Prabunews.com – Ketua Umum Lembaga Bantuan Pemantau Pendidikan (LBP2) Asep B Kurnia atau AA. Maung mengatakan lewat selularnya bahwa Gerakan Percepatan Vaksin yang dicanangkan khususnya yang ada di Jawa Barat sepertinya tidak akan optimal dilaksanakan.

Asep mengatakan bahwa khususnya untuk lingkungan sekolah saya rasa Para Kepala sekolah juga menyambut baik untuk siswanya divaksin dengan adanya percepatan Vaksin, tetapi saya melihat tidak diimbangi dengan ketersediaan vaksin serta kesiapan dari tenaga medis sendiri.

Dari beberapa sekolah yang berkomunikasi dengan AA. Maung, hampir setiap sekolah sudah mempunyai data siswa yang belum divaksin, tetapi yang menjadi kendala adalah sampai saat ini untuk bisa digelar vaksinasi disetiap sekolah cenderung sulit dan kebingungan.

AA. Maung melihat sekolah kebingungan untuk mengajukan kepada siapa pengajuan dilakukan apakah ke Dinas Kesehatan Pemerintah Kab/Kota atau Pemerintah Provinsi, atau ke instansi lain yang ditunjuk.

Hal ini perlu kejelasan alur yang harus ditempuh atau prosedur yang dilakukan sehingga cenderung berbelit dan membingungkan khususnya untuk pihak sekolah tingkat SMA/SMK dimana untuk data saya rasa mereka sudah siap dari jauh-jauh hari, ujar AA Maung.

Sementara ini Asep melihat sekolah yang sudah melakukan Vaksin hanya mereka-mereka yang mempunyai unsur kedekatan atau di kawasan tertentu seperti wilayah-wilayah di kawasan daerah TNI/Polri, jadi belum merata.

Hal ini harus disosialisasikan yang jelas kepada sekolah apabila mereka ingin melakukan vaksin untuk siswanya tentu dengan dibarengi prosedur kemana mereka harus mengajukan dan kepada siapa mereka melaporkan untuk vaksin.

Program percepatan vaksin yang dilakukan Pemerintah Jawa Barat saya melihat suatu hal yang bagus tetapi hal ini harus juga dibarengi dengan ketersedian vaksin, tenaga medis, serta kejelasan permintaan divaksin khususnya untuk tingkat sekolah SMA/SMK, pungkasnya.

(Dadan Sambas)

Scroll to Top