Pada kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung H. Ruli Hadiana mengungkapkan, kegiatan tersebut bertujuan dalam rangka mempromosikan serta meningkatkan jumlah wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.
“Kami yakin dengan mensinergikan komponen pentahelix, pembangunan pariwisata Kabupaten Bandung dapat optimal,” jelas Ruli.
Sekretaris Disparbud Kabupaten Bandung H. Hidayat Ramdan menuturkan, Festival Gunung Puntang tersebut dilaksankaan pada 13 – 15 Maret 2020.
“Dalam kegiatan ini, masyarakat diajak mempelajari dan menelusuri sejarah Radio Malabar yang merupakan radio pertama Indonesia, secara langsung berdasarkan bukti otentik,” tutur Hidayat.
Baca juga : Jumpa Pers Oded Umumkan Tanggap Darurat Penyebaran Virus Corona
Senada dengan Bupati Bandung, pihaknya juga berencana menjadikan situs Radio Malabar sebagai museum radio, sekaligus destinasi wisata unggulan Kabupaten Bandung. Tak hanya itu, dengan dijadikannya objek wisata, ia berharap dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.
“Gunung Puntang merupakan cikal bakal lahirnya ORARI di Indonesia. Seperti kita lihat bersama, kondisinya saat ini hanya tinggal puing – puing bangunan saja. Kami sangat berterimakasih dan mendukung penuhun keputusan bapak bupati yang akan menjadikan Gunung Puntang sebagai objek wisata edukasi,” jelasnya.
Selain diisi berbagai kegiatan menarik, seperti live folk music performance, hammock party, pameran produk lokal dan perlombaan, peserta festival pun dapat menyaksikan history call dari Radio Malabar ke Radio Kootwijk Belanda.
(ujang)
Komentar ditutup.