Update Gempa Cianjur: 268 Warga Meninggal Dunia

NEWS36 Dilihat

Prabunews.com – Badan Nasional Penganggulangan Bencana (BNPB) terus memberi kabar terbaru perihal korban bencana gempabumi yang melanda Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat pada Senin (21/11) lalu.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto pun menyampaikan, per Selasa (22/11) pukul 17.00 WIB, terdapat ratusan jiwa meninggal dunia.

“Korban meninggal dunia 268 jiwa, yang sudah teridentifikasi sebanyak 122 jenazah, masih ada korban hilang sejumlah 151 orang, kita akan berusaha semaksimal mungkin agar seluruh korban ditemukan,” ucap Suharyanto melalui konferensi pers.

Selanjutnya, data masyarakat yang mengungsi sejumlah 58.362 orang, luka-luka 1.083 orang. Kemudian kerusakan infrastruktur seperti rumah rusak total berjumlah 22.198 unit.

“Pengungsi pada hari ini sudah mendapatkan fasilitas lebih baik, tenda besar telah didirikan baik dari BNPB, pemerintah, TNI/Polri dan bantuan lembaga lainnya,” terang Suharyanto.

“Dapur umum telah beroperasi, kalau masih ada yang kurang dan belum terlayani, lambat laun akan kami perbaiki,” Ia melanjutkan.

Lebih lanjut, Suharyanto mengatakan bahwa pendataan masih terus dilakukan dan Posko pun telah didirikan. Sehingga semua informasi tentang penanganan gempa Cianjur ini, secara resmi ialah yang dikeluarkan dari posko.

“Setiap sore akan ada update penanganan bencana dari Posko Tanggap Darurat yang ada di Kantor Bupati Cianjur,” jelas Suharyanto.

Ia menjelaskan, kepedulian serta dukungan masyarakat atas penanganan pascabencana itu berada dibawah pengelolaan posko.

“Bantuan kepada masyarakat terdampak baik yang datang dari pemerintah pusat, kementerian atau lembaga dan unsur swasta, semua akan dipusatkan di posko dan pendistribusiannya akan melalui posko,” terang Suharyanto.

Untungnya, penanganan kesehatan tetap dapat dilakukan walaupun dua rumah sakit di Kabupaten Cianjur ikut terdampak gempa. Selain itu, tenda-tenda lapangan pun digelar di sekitar rumah sakit untuk dijadikan rumah sakit darurat.

“RSUD Cianjur dan Rumah Sakit Sayang sudah beroperasi dan ditambah tenda lapangan termasuk tambahan tenaga kesehatan,” imbuhnya.

“Sebagian dirujuk ke rumah sakit di luar Kabupaten Cianjur, 100 pasien telah dikirim ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung,” tutup Suharyanto.