
CIMAHI | PRABUNEWS.COM – Kelompok Kerja Jurnalis Nasional (KKJN) kembali menunjukkan komitmennya dalam melestarikan budaya Sunda melalui penyelenggaraan Pasanggiri Jaipongan KKJN ke-7. Kegiatan tahunan yang menjadi wadah pengembangan seni dan budaya tradisional Sunda ini direncanakan berlangsung di Gedung Pendopo DPRD Kota Cimahi, yang berlokasi di kawasan Alun-Alun Cimahi.
Kelompok Kerja Jurnalis Nasional (KKJN) merupakan organisasi yang menghimpun insan jurnalistik dengan semangat profesionalisme, kepedulian sosial, serta kontribusi nyata terhadap masyarakat. Melalui kegiatan Pasanggiri Jaipongan, KKJN tidak hanya menjalankan peran di bidang jurnalistik, tetapi juga turut berpartisipasi dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya Sunda.
Kegiatan tersebut direncanakan dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, dengan melibatkan sekitar 50 peserta dari kalangan siswa-siswi Sekolah Dasar (SD). Untuk memberikan kesempatan berkompetisi secara adil sesuai jenjang pendidikan, peserta akan dibagi ke dalam dua kategori, yakni kategori kelas 1 sampai kelas 3 SD dan kategori kelas 4 sampai kelas 6 SD.
Para peserta akan berkompetisi menampilkan kemampuan, kreativitas, serta penguasaan seni tari Jaipongan dalam memperebutkan Piala Bergilir Wali Kota Cimahi.
Pasanggiri Jaipongan KKJN merupakan salah satu agenda budaya yang digagas oleh Ketua Umum KKJN, Sri Wahyudi. Kegiatan ini secara rutin diselenggarakan setiap tahun sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan seni tradisional Sunda, sekaligus upaya menanamkan kecintaan terhadap budaya daerah kepada generasi muda.
Menghadirkan Seni Budaya, Pelayanan Publik, dan Pemberdayaan UMKM
Tidak hanya menjadi ajang kompetisi seni tari tradisional, kegiatan Pasanggiri Jaipongan KKJN ke-7 juga akan menghadirkan berbagai pelayanan publik dan kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Salah satu agenda yang turut disiapkan adalah pelayanan administrasi kependudukan dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), yang diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses layanan administrasi kependudukan.
Selain itu, kegiatan ini juga akan diramaikan oleh sejumlah stan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), di antaranya Moci Gemoy Saparua, stan mie ayam, serta berbagai produk kuliner dan usaha lokal lainnya.
Kehadiran Moci Gemoy Saparua dan pelaku UMKM lainnya diharapkan dapat menjadi sarana promosi, memperluas jaringan usaha, serta meningkatkan peluang ekonomi bagi para pelaku usaha lokal di Kota Cimahi.
Dengan demikian, Pasanggiri Jaipongan KKJN tidak hanya menjadi ruang ekspresi seni dan budaya, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui pelayanan publik dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Dihadiri Wali Kota, Ketua DPRD, dan Sesepuh Sunda
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini direncanakan turut dihadiri oleh Wali Kota Cimahi, Ketua DPRD Kota Cimahi, serta para sesepuh dan tokoh budaya Sunda, termasuk Abah Alam.
Kehadiran para pemangku kepentingan dan tokoh budaya tersebut diharapkan dapat memberikan dukungan terhadap upaya pelestarian kesenian tradisional Sunda, khususnya Jaipongan, agar tetap berkembang dan dikenal oleh generasi penerus.
Pasanggiri ini juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara insan pers, pemerintah daerah, masyarakat, serta para pelaku seni dan budaya.
Harapan Ketua Umum KKJN Sri Wahyudi
Ketua Umum Kelompok Kerja Jurnalis Nasional (KKJN), Sri Wahyudi, berharap penyelenggaraan Pasanggiri Jaipongan KKJN ke-7 dapat berlangsung sukses, meriah, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Menurutnya, pelestarian budaya Sunda harus dilakukan secara berkelanjutan melalui kegiatan yang melibatkan generasi muda, khususnya anak-anak usia sekolah.
“Pasanggiri Jaipongan ini bukan sekadar perlombaan untuk memperebutkan piala, tetapi merupakan bentuk kepedulian kita bersama terhadap pelestarian budaya Sunda. Kami ingin generasi muda terus mencintai, mengenal, dan menjaga warisan budaya leluhur agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman,” demikian harapan Ketua Umum KKJN Sri Wahyudi.
Ia juga berharap Piala Bergilir Wali Kota Cimahi dapat terus dipertahankan sebagai simbol prestasi, semangat kompetisi yang sehat, serta motivasi bagi para peserta untuk terus mengembangkan kemampuan di bidang seni dan budaya.
Melalui penyelenggaraan Pasanggiri Jaipongan KKJN ke-7, Kelompok Kerja Jurnalis Nasional menegaskan bahwa organisasi yang bergerak di bidang jurnalistik juga memiliki peran penting dalam mendukung pelestarian budaya, pelayanan masyarakat, dan pemberdayaan ekonomi lokal.
Kegiatan ini diharapkan menjadi agenda budaya tahunan yang semakin berkembang, sekaligus memperkuat identitas budaya Sunda di tengah kehidupan masyarakat Kota Cimahi.